Menampilkan 27 Hasil

INHUMAN, TRANSHUMAN, POSTHUMAN

INHUMAN, TRANSHUMAN, POSTHUMAN: Rekonfigurasi Manusia Otentik di Era Big Data, Algoritma, dan AI
Penulis: Robby Habiba Abror
ISBN: 978-634
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Juli 2026
Deskripsi: xix, 374 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 225.000,-

Sinopsis
Buku ini bermaksud memetakan genealogi ketiganya. Melalui kacamata filsafat digital dan sosiologi pengetahuan, kita tidak hanya melihat ketiganya sebagai fase kronologis, tetapi sebagai konfigurasi ontologis, politik, dan kultural yang saling bertumpukan guna merumuskan ulang agensi di luar batas-batas antroposentrisme tradisional.
Memahami triad inhuman, transhuman, dan posthuman selain sebagai dinamika esoterik di menara gading filsafat juga merupakan perangkat sosiologis yang mendesak untuk membaca arah peradaban kita. Di tengah krisis iklim global (antroposen) dan penetrasi AI yang kian masif, kita dipaksa untuk menyadari bahwa masa depan tidak lagi dipimpin oleh subjek humanis yang soliter, tetapi oleh konfigurasi-konfigurasi baru yang mengharuskan kita belajar hidup berdampingan dengan yang non-manusia.

MANUSIA, AKAL, DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE

MANUSIA, AKAL, DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE: Fondasi Teologis dan Etis bagi Peradaban Digital
Penulis: Mohammad Muslih, Nindhya Ayomi Delahara, Wasiilah Hidayah
Editor: Rahmat Ardi Nur Rifa Da’i
ISBN: 978-634-7222-42-8
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Juli 2026
Deskripsi: xvi, 234 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 150.000,-

Sinopsis
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari cara berpikir, bekerja, berkomunikasi, hingga memahami dirinya sendiri. Di tengah pesatnya revolusi digital, muncul pertanyaan mendasar: apakah kecerdasan buatan dapat disamakan dengan akal manusia? Apakah AI mampu menggantikan peran manusia sebagai subjek moral dan spiritual? Buku ini berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui kajian interdisipliner yang memadukan teologi Islam, filsafat, dan studi kontemporer tentang AI. Dengan mengkaji kembali konsep khalaqa, ‘aql, dan hakikat manusia, buku ini menawarkan perspektif kritis terhadap berbagai narasi tentang kecerdasan buatan.
Lebih jauh, buku ini menempatkan AI dalam horizon relasi Tuhan, manusia, dan teknologi berkerangka tauhid. Pembahasan mencakup persoalan ontologi, epistemologi, etika, hingga implikasi peradaban dari perkembangan AI kontemporer. Di tengah dominasi paradigma teknosentris, para penulis menawarkan fondasi teologis dan etis bagi pembangunan peradaban digital yang tetap menjunjung martabat manusia, tanggung jawab moral, dan tujuan penciptaan. Karya ini diharapkan menjadi rujukan penting bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, serta siapa pun yang ingin memahami masa depan Artificial Intelligence dari perspektif Islam yang integratif, kritis, dan visioner.

 

JEJAK SOFIA

JEJAK SOFIA: Memoar Perjuangan Hidup
Penulis : N. Sofia
ISBN: 978-634-7222-41-1
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Juli 2026
Deskripsi: xiii, 186 hlm.; 14×20 cm.
Harga: Rp 90.000,-

Sinopsis
Kehidupan anak yatim piatu itu sunyi. Padahal perjuangan mereka untuk bangkit dan mandiri itu sangat keras dan tidak mudah menjalaninya. Aral melintang dengan kompleksitas tantangan dan cobaan datang silih berganti. Ujian hidupnya tak sama dengan orang lain pada umumnya yang masih bisa memeluk kasih sayang orang tua.
Memoar ini menyiratkan kilasan kenangan dan sejumput pengalaman hidup selama nyantri di Pesantren Gontor Putri angkatan perdana. Pembelajaran selama 6 tahun, tanpa disadari, mampu meresap dalam jiwa, membentuk karakter, membentengi sikap, serta mewarnai jejak langkah selanjutnya dalam pendidikan dan karier di masa depan. Hingga akhirnya, dapat melanjutkan studi double degree di UGM dan UII, hingga memperolah beasiswa studi doktoral (S3) dan berkesempatan mendapatkan riset hingga ke negeri Cina, Amerika dan beberapa negara lainnya. Alhamdulillah, semuanya terjadi atas izin-Nya.

PARADOKS KONSTITUSIONAL DAN DISONANSI DALAM DESENTRALISASI ASIMETRIS

PARADOKS KONSTITUSIONAL DAN DISONANSI DALAM DESENTRALISASI ASIMETRIS: Dialektika HAM dan Kearifan Lokal
Penulis : Dr. Triwahyuningsih, M.Hum.
ISBN: 978-634-7222-40-4
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Juni 2026
Deskripsi: xi, 264 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 150.000,-

Sinopsis
Penulisan buku ini berangkat dari ketertarikan akademik terhadap perkembangan praktik penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia yang terus mengalami perubahan seiring dengan tuntutan zaman. Perhatian terhadap isu tersebut tidak hanya didasarkan pada aspek normatif, tetapi juga pada realitas sosial dan budaya yang hidup dalam masyarakat. Ketertarikan ini kemudian berkembang menjadi upaya sistematis untuk mengkaji berbagai dimensi yang berkaitan dengan hubungan antara hukum, negara, dan masyarakat dalam konteks desentralisasi.
Buku ini disusun dengan harapan dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai dinamika hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia. Pembahasan yang disajikan diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi kalangan akademisi, tetapi bagi para pemerhati hukum pemerintahan daerah dan hukum tata negara, serta pihak-pihak lain yang memiliki perhatian terhadap perkembangan hukum dan ketatanegaraan. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi yang relevan dalam memperkaya diskursus ilmiah serta mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran baru yang konstruktif.

Disertasi, Meta-Teori, dan Produksi Pengetahuan

DISERTASI, META-TEORI, DAN PRODUKSI PENGETAHUAN: Refleksi Kritis atas Praktik Keilmuan Filsafat dan Sosio-Humaniora
Penulis: Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.A.
Editor: Erva Dewi Arqomi Puspita, M.Ag.
ISBN: 978-634-7222-32-9
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Februari 2026
Deskripsi: xvii, 169 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 95.000,-

Sinopsis

Buku ini merupakan refleksi epistemologis atas praktik kerja intelektual dalam disertasi bidang filsafat dan sosio-humaniora, yang ditulis berdasarkan pengalaman panjang penulis sebagai pembimbing akademik. Berangkat dari berbagai kesalahpahaman yang kerap muncul dalam penelitian doktoral, seperti reduksi makna kebaruan (novelty), obsesi pada data empiris, serta penyempitan kerja ilmiah menjadi prosedur teknis, buku ini menempatkan disertasi sebagai kerja intelektual tingkat lanjut yang beroperasi pada level konseptual, teoretis, dan meta-teoretis. Alih-alih menjadi panduan metodologis, karya ini menawarkan orientasi berpikir tentang disertasi sebagai peristiwa epistemologis, yakni momen produksi cara pandang baru dalam tradisi ilmu.
Melalui pembahasan mengenai perbedaan level objek dan meta-level, relasi antara teori dan meta-teori, serta karakter khas disertasi filsafat dan ilmu sosial, buku ini menegaskan bahwa kontribusi doktoral tidak selalu terletak pada temuan faktual baru, tetapi pada rekonstruksi makna, kerangka teoretis, dan horizon pemahaman. Disertasi dipahami bukan sebagai akhir studi, melainkan sebagai fondasi pembentukan tradisi intelektual dan etika klaim ilmiah. Dengan demikian, buku ini berkontribusi sebagai kerangka reflektif bagi mahasiswa doktoral, pembimbing, dan komunitas akademik dalam menata kembali pemahaman tentang hakikat penelitian doktoral sebagai produksi pengetahuan.

 

 

MENDAYAGUNAKAN RISET ADVOKASI

MENDAYAGUNAKAN RISET ADVOKASI: Teori, Pembelajaran dan Praktik
Penulis: David Efendi, Bhima Yudhistira, Media Wahyudi Askar, Bahrul Fikri, Widhyanto Muttaqien, Jaya Darmawan, M Saleh, Ifanul Abidin, Yayum Kumai, Panji Kusumo, MHD Zakiul Fikri, Wahyu A Perdana
Editor: David Efendi dan Ifanul Abidin
ISBN: 978-634-7222-30-5
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Januari 2026
Deskripsi: xviii, 215 hlm.; 14,5×21 cm.
Harga: Rp 99.000,-

Sinopsis

Pembahasan dalam buku ini mencakup dasar-dasar riset advokasi, pemetaan konflik sumber daya alam berbasis komunitas, pemanfaatan data dan big data dalam kebijakan publik, analisis hukum dan ketimpangan struktural, kajian valuasi ekonomi lingkungan, perspektif political ecology, pembacaan krisis ekologi, hingga teknik penyusunan policy brief sebagai alat strategis advokasi kebijakan. Setiap topik disajikan untuk membantu pembaca memahami keterkaitan antara pengetahuan, relasi kuasa, dan proses pengambilan kebijakan.
Buku ini ditujukan bagi aktivis, peneliti, akademisi, pembuat kebijakan, serta masyarakat sipil yang ingin memperdalam pemahaman dan keterampilan dalam mengintegrasikan riset dengan advokasi. Dengan menggabungkan teori, pembelajaran, dan praktik, buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan penting dalam membangun tradisi riset yang kritis, transformatif, dan berpihak, serta berkontribusi nyata dalam upaya memperjuangkan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.

PERKEMBANGAN LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA DI INDONESIA

PERKEMBANGAN LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA DI INDONESIA
Penulis : Dr. Sobirin Malian, S.H., M.Hum.
ISBN : 978-634-7222-26-8
Penerbit : LaksBang Akademika
Cetakan I : Januari 2026
Deskripsi : vii, 242 hlm.; 16×23 cm.
Harga : Rp 125.000

Sinopsis
Keberadaan Lembaga-Lembaga Negara di Indonesia, penting untuk dikritisi kembali. Mengapa? Tak lain karena ada sejumlah lembaga negara yang keberadaan dan fungsinya masih jauh panggang dari api, bahkan masih ada tumpang tindih antara satu dengan lembaga lainnya. Bahkan ada lembaga negara yang nyata-nyata di samping tidak efektif juga memboroskan uang negara.
Oleh karena itu, buku ini diterbitkan semata-mata agar kita dapat melihat secara objektif masing-masing lembaga negara itu sembari menilai seberapa urgen eksistensinya ke depan.
Buku ini semula ditulis semata hanya untuk sekadar informasi tanpa disertai analisis yang kritis. Inspirasinya juga sekadar menjawab dan memenuhi permintaan sejumlah kawan yang merasa kesulitan untuk mengetahui ada berapa lembaga negara yang kita punya dan untuk apa saja lembaga-lembaga itu.

RELASI OLIGARKI DAN BIROKRASI

RELASI OLIGARKI DAN BIROKRASI: Rivalitas dalam Pemerintahan
Penulis : Muhammad Uhaib As’ad, Izmah Nailul Himmah Ulya
Editor : Sobirin Malian
ISBN : 978-634-7222-13-8
Penerbit : Laksbang Akademika
Cetakan I : Juni 2025
Deskripsi : xiii, 258 hlm.; 16×23 cm.
Harga : Rp 125.000,-

Sinopsis

Oligarki dan birokrasi adalah dua komponen penting dalam sistem pemerintahan. Namun, bagaimana jika keduanya menjadi musuh yang saling sandera, dan apa dampaknya terhadap pemerintahan dan masyarakat?
Dalam pemerintahan, oligarki dan birokrasi seringkali memiliki kepentingan yang berbeda. Namun, apa yang terjadi ketika keduanya terjebak dalam permainan kekuasaan yang saling sandera?
Pemerintahan yang baik memerlukan sinergi antara oligarki dan birokrasi. Namun, bagaimana jika keduanya menjadi musuh yang saling sandera, dan apa solusinya?
Dalam buku ini penulis menguraikan bagaimana dua entitas itu menjadi “dilema politis” dan mencari jalan masing masing ketika berhadapan dengan realitas terutama karena begitu besarnya kepentingan oligarki.

SEJARAH PERKEMBANGAN PEMERINTAHAN DI ERA KOLONIAL DAN IMPLIKASINYA BAGI SISTEM POLITIK INDONESIA

SEJARAH PERKEMBANGAN PEMERINTAHAN DI ERA KOLONIAL DAN IMPLIKASINYA BAGI SISTEM POLITIK INDONESIA
Penulis : Muhammad Uhaib As’ad, Izmah Nailul Himmah Ulya.
Editor : Sobirin Malian
ISBN : 978-634-7222-00-8
Penerbit : Laksbang Akademika
Cetakan I : Mei 2026
Deskripsi : xv, 312 hlm., 16×23 cm.
Harga : Rp 150.000,-

Sinopsis

Buku ini bertujuan untuk mengulas sejarah pemerintahan dari berbagai sudut pandang, mulai dari struktur pemerintahan, sistem politik, budaya hingga peran pemimpin dalam membentuk suatu negara. Dengan memahami sejarah pemerintahan, kita dapat belajar dari pengalaman masa lalu dan menggunakannya sebagai acuan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Buku ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi pembaca yang ingin memahami lebih dalam tentang sejarah pemerintahan dan peranannya dalam membentuk suatu bangsa.
Di dalam buku ini diuraikan bagaimana sebenarnya pemerintah kolonial Belanda telah sedemikian tertata membentuk pemerintahan mulai dari sistem birokrasi, administrasi hingga pembentukan lembaga peradilan. Tentu pembentukan oleh kolonial saat itu_politik hukumnya_ untuk melanggengkan kekuasaan mereka di Nusantara. VOC yang awalnya adalah organisasi dagang dengan tujuan utama mencari rempah-rempah ternyata kemudian berkembang menjadi organisasi “pengendali” pribumi. Kebutuhan rempah-rempah yang sangat tinggi di Eropa telah membuat VOC berubah haluan menjadi ingin menguasai segala sektor pertanian dan perdagangan Nusantara.
Saat VOC kemudian digantikan oleh pemerintahan Belanda penancapan kukunya kolonial makin kuat yang lama kelamaan meluaskan jajahannya di Nusantara. Satu persatu Kerajaan yang ada di Nusantara dikuasai yang berarti juga bisnis rempah mereka makin besar dan kuat. Tampak wajah kolonial adalah wajah kapitalisme awal di Nusantara.

 

 

MENUJU TASAWUF OTENTIK

MENUJU TASAWUF OTENTIK: Analisis Pemikiran Tasawuf Ibn Taimiyyah, Ziauddin Sardar, Yudian Wahyudi, dan Waryani Fajar Riyanto
Penulis : Muhammad Ihza Fazrian, Afda Alif Muhammad
Penerbit : Laksbang Akademika
Cetakan I : Februari 2025
Deskripsi : xxxv, 299 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 150.000,-

Sinopsis

Seseorang, dalam tasawuf otentik, harus mengalami pengalaman yang murni di dalam dirinya berupa kesadaran kehadiran Tuhan: “pusat diri”. Jadi ada sejenis “Kebenaran” yang menuntun dirinya untuk melakukan kebaikan secara bijaksana, bukan karena ideologi tertentu yang memaksa—bedakan dengan corak berpikir sektarian, rafḍ al-gaīr, karāhiyah al-gaīr, mażhabī, yang menjadikan mereka menafikan nilai kebenaran dari luar kelompoknya. Maka dalam buku ini—terinspirasi dari pembacaan Ḥassan Ḥanafī—bukan sebatas mencari gagasan revolusioner atas pemikir tasawuf saja. Kami juga berusaha untuk melakukan pembacaan ulang yang “revolusioner” (creative imagination) atas pemikiran tokoh, kendati mereka umumnya mungkin tidak dikenal sebagai sufi. Jadi seorang penulis harus berani keluar mengembara referensi-referensi lain, tidak terbatas buku diktat. Karena selama ini buku diktat hanya menjadi “jimat intelektual”, sebagai bentuk simbol kemiskinan epistemologi. Contoh tasawuf otentik dalam buku ini, seperti Ibn Taimiyyah yang menyebut “Nāza‘tu aqdār al-ḥaqq bi al-ḥaqq li al-ḥaqq”, termasuk Sardar (“Saya di sini”), Wahyudi (“Selamat datang kematian”), dan Riyanto (“Selamat datang keabadian”).