Menampilkan 30 Hasil

(RE)THINKING ISLAM IN INDONESIA

(RE)THINKING ISLAM IN INDONESIA: From an Integrative-Interconnective to Interconnectivity of Scientific Pluralism
Penulis: Prof. Dr. Waryani Fajar Riyanto, S.H.I., M.Ag.
ISBN: 978-634-7222-50-3
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: September 2026
Deskripsi: vii, 404 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 225.000,-

Sinopsis
The third key concept in the integration–interconnection of science is creative imagination. Although inductive and deductive reasoning have adequately explained certain aspects of how scientific inquiry operates, they generally overlook the role of the scientist’s own creative imagination in the advancement of knowledge. There is indeed a logic for testing theories, but there is no logic for creating theories. There is no definitive formula for producing original discoveries. Most scholars aspire, throughout their academic careers, to develop new theories. Doctoral students are likewise consistently encouraged by their supervisors to present novel findings as a contribution to knowledge. How, then, do new theories emerge? New theories often arise from the courage of scientists and researchers to combine ideas that have previously existed but remained isolated from one another.
Finally, to strengthen the pillar of creative imagination, I propose the concept of religious imagination on Sufism through two articles (Chapter 3) based on Sufi cosmology, the thought of Ibn ʿArabī, and Frithjof Schuon’s perennial philosophy. The first is Frithjof Schuon (1907–1998) on the Transcendent Unity of Five Divine Presences. Probably the most famous teaching of the School of Frithjof Schuon (1907–1998), the Perennial Philosopher and Spiritual Poet, after the Transcendent Unity of Religions (al-waḥdat al-mutāʿaliyyah li al-adyān) is that of the Five Divine Presences (al-ḥaḍrah al-ilāhiyyah al-khamsah). Although often discussed, seldom has it been analyzed with reference to the original texts. From Sufi cosmology and models theory (monadic, diadic, triadic, tetradic, and pentadic) perspectives, this study analyzed Schuon’s thoughts on the Five Divine Presences. Employing a qualitative document-based methodology, the study analyzed primary texts by Schuon. The study advances the concept of the Transcendent Unity of Five Divine Presences that consists of Beyond-Being, Being, Spirit, soul, and body. These five structures place Spirit (rūḥānī) as the bridge between God and man. Spirit (rūḥānī) is the Logos, which with its two faces, created and uncreated, the “bridge” between man and God. Created, observed from the God side and uncreated, observed from the human side. The implication is that Pentadic Integralism can describe and clarify clearly between domains of Uncreated Logos–Created Logos, Absolute–Relative, Ātmā–Māyā, Divine–Human, Heaven–Earth, Esoterism (Ḥaqīqah)–Exoterism (Syarīʿah), and Immortal–Mortal. The current study also attempts to integrate between Perennial and Sufism.

DARI FILSAFAT ILMU KE TEOLOGI SAINS, DARI EPISTEMOLOGI RELASIONAL KE EKSPANSI MULTIDISIPLINER

DARI FILSAFAT ILMU KE TEOLOGI SAINS, DARI EPISTEMOLOGI RELASIONAL KE EKSPANSI MULTIDISIPLINER: Nyantri, Khidmah, dan Jejak Resiliensi Intelektual Prof. Mohammad Muslih
Penulis: Yuangga Kurnia Yahya, Muhammad Nur, Nindhya Ayomi Delahara, Firda Inayah, Imroatul Istiqamah, M. Kharis Majid, Muhammad Alfan Rumasukun, Daud Sukoco, Febrian Arif Wicaksana, Rindang Diannita
Editor: Muhammad Nur
ISBN: 978-634-7222-48-0
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Agustus 2026
Deskripsi: xxvi, 566 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 275.000,-

Sinopsis
Buku ini merekam perkembangan sebuah proyek intelektual yang bergerak dari fondasi filsafat ilmu menuju teologi sains, lalu berkembang ke arah epistemologi relasional dan ekspansi multidisipliner. Berangkat dari kajian tentang asumsi dasar, paradigma, dan struktur ilmu pengetahuan, pembahasan kemudian berlanjut pada rekonstruksi hubungan antara wahyu, akal, dan realitas sebagai fondasi bagi lahirnya sains yang berorientasi pada tauhid. Dalam perjalanan tersebut, filsafat ilmu tidak lagi dipahami sebagai refleksi atas ilmu semata, tetapi sebagai jalan untuk membangun paradigma keilmuan yang mampu menjembatani agama, sains, dan kehidupan secara lebih utuh.
Puncak perkembangan gagasan tersebut adalah lahirnya epistemologi relasional, yaitu suatu cara pandang yang menemukan pola dan logika hubungan yang harmonis antara akidah dan filsafat, antara iman dan rasionalitas, antara agama sebagai ajaran dan agama sebagai praktik kehidupan, antara al-dīn dan tamaddun. Dari fondasi inilah lahir ekspansi multidisipliner yang memperluas penerapan kerangka epistemologis ke berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, kebencanaan, teknologi, dan pengembangan institusi. Dengan demikian, buku ini tidak hanya memotret evolusi sebuah pemikiran, tetapi juga menawarkan suatu horizon baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang integratif, relasional, dan berorientasi pada pembangunan peradaban.

KASUS POSO KONFLIK, KEBENARAN DAN HAK ASASI MANUSIA

KASUS POSO KONFLIK, KEBENARAN DAN HAK ASASI MANUSIA: Analisis Kritis Akar Masalah, Peredaran Senjata dan Tanggung Jawab Negara
Penulis: Sobirin Malian
ISBN: 978-634-7222-47-3
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Agustus 2026
Deskripsi: ix, 145 hlm.; 14×20.5 cm.
Harga: Rp 85.000,-

Sinopsis
Peristiwa yang melanda Poso antara akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an merupakan salah satu babak kelam dalam sejarah Indonesia pasca-Orde Baru. Selama lebih dari dua dekade, peristiwa ini seringkali disederhanakan narasinya sebagai semata “konflik antarumat beragama”. Penyederhanaan ini tidak hanya menutupi kompleksitas persoalan yang sebenarnya, tetapi juga mengaburkan tanggung jawab berbagai pihak, serta menepikan suara korban dan hak mereka atas kebenaran dan keadilan.
Buku ini hadir sebagai upaya untuk memandang kasus Poso dengan cara yang berbeda—melalui kacamata kritis dan berlandaskan prinsip hak asasi manusia. Penulisan ini didorong oleh keyakinan bahwa perdamaian yang sejati tidak dapat dibangun di atas kebohongan, pelupaan paksa, atau pengabaian hak asasi manusia. Sebaliknya, perdamaian yang langgeng harus didasari oleh pengungkapan fakta yang jujur, pertanggungjawaban yang adil, serta pemulihan yang menyeluruh bagi mereka yang menderita.
Dalam buku ini, pembaca akan diajak menelusuri bukan hanya urutan peristiwa, tetapi juga akar masalah yang mendasar: ketimpangan ekonomi dan penguasaan sumber daya alam, politisasi identitas untuk kepentingan kekuasaan, kegagalan negara menjalankan fungsi perlindungan, hingga peran aktor eksternal baik dari dalam maupun luar negeri. Aspek yang jarang terungkap secara terbuka, seperti peredaran dan bisnis senjata yang menjadi “bahan bakar” kekerasan, serta dugaan keterlibatan sebagian oknum aparat keamanan, juga dikupas berdasarkan data dan laporan yang terverifikasi.
Kami juga berusaha memberikan ruang bagi suara korban dan penyintas, yang selama ini seringkali terpinggirkan di tengah pertentangan narasi antarkelompok. Pengalaman mereka menjadi pengingat bahwa di balik angka statistik dan analisis politik, terdapat nyawa yang hilang, masa depan yang hancur, dan harapan yang seringkali tertunda.
Tujuan utama penulisan buku ini bukanlah untuk membuka luka lama secara sembarangan, melainkan untuk memastikan bahwa penderitaan yang terjadi tidak hilang ditelan waktu. Lebih dari itu, buku ini disusun dengan pesan tegas: kasus semacam ini tidak boleh terulang lagi di masa depan. Hal ini menuntut komitmen nyata dari pemerintah, serta kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia, untuk senantiasa menjunjung tinggi netralitas, profesionalisme, dan menjamin tegaknya hak asasi manusia dalam setiap tindakan dan kebijakan yang diambil.

INHUMAN, TRANSHUMAN, POSTHUMAN

INHUMAN, TRANSHUMAN, POSTHUMAN: Rekonfigurasi Manusia Otentik di Era Big Data, Algoritma, dan AI
Penulis: Robby Habiba Abror
ISBN: 978-634-7222-44-2
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Agustus 2026
Deskripsi: xxiv, 375 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 225.000,-

Sinopsis
Buku ini bermaksud memetakan genealogi ketiganya. Melalui kacamata filsafat digital dan sosiologi pengetahuan, kita tidak hanya melihat ketiganya sebagai fase kronologis, tetapi sebagai konfigurasi ontologis, politik, dan kultural yang saling bertumpukan guna merumuskan ulang agensi di luar batas-batas antroposentrisme tradisional.
Memahami triad inhuman, transhuman, dan posthuman selain sebagai dinamika esoterik di menara gading filsafat juga merupakan perangkat sosiologis yang mendesak untuk membaca arah peradaban kita. Di tengah krisis iklim global (antroposen) dan penetrasi AI yang kian masif, kita dipaksa untuk menyadari bahwa masa depan tidak lagi dipimpin oleh subjek humanis yang soliter, tetapi oleh konfigurasi-konfigurasi baru yang mengharuskan kita belajar hidup berdampingan dengan yang non-manusia.

MANUSIA, AKAL, DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE

MANUSIA, AKAL, DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE: Fondasi Teologis dan Etis bagi Peradaban Digital
Penulis: Mohammad Muslih, Nindhya Ayomi Delahara, Wasiilah Hidayah
Editor: Rahmat Ardi Nur Rifa Da’i
ISBN: 978-634-7222-42-8
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Juli 2026
Deskripsi: xvi, 234 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 150.000,-

Sinopsis
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari cara berpikir, bekerja, berkomunikasi, hingga memahami dirinya sendiri. Di tengah pesatnya revolusi digital, muncul pertanyaan mendasar: apakah kecerdasan buatan dapat disamakan dengan akal manusia? Apakah AI mampu menggantikan peran manusia sebagai subjek moral dan spiritual? Buku ini berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui kajian interdisipliner yang memadukan teologi Islam, filsafat, dan studi kontemporer tentang AI. Dengan mengkaji kembali konsep khalaqa, ‘aql, dan hakikat manusia, buku ini menawarkan perspektif kritis terhadap berbagai narasi tentang kecerdasan buatan.
Lebih jauh, buku ini menempatkan AI dalam horizon relasi Tuhan, manusia, dan teknologi berkerangka tauhid. Pembahasan mencakup persoalan ontologi, epistemologi, etika, hingga implikasi peradaban dari perkembangan AI kontemporer. Di tengah dominasi paradigma teknosentris, para penulis menawarkan fondasi teologis dan etis bagi pembangunan peradaban digital yang tetap menjunjung martabat manusia, tanggung jawab moral, dan tujuan penciptaan. Karya ini diharapkan menjadi rujukan penting bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, serta siapa pun yang ingin memahami masa depan Artificial Intelligence dari perspektif Islam yang integratif, kritis, dan visioner.

 

JEJAK SOFIA

JEJAK SOFIA: Memoar Perjuangan Hidup
Penulis : N. Sofia
ISBN: 978-634-7222-41-1
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Juli 2026
Deskripsi: xiii, 186 hlm.; 14×20 cm.
Harga: Rp 90.000,-

Sinopsis
Kehidupan anak yatim piatu itu sunyi. Padahal perjuangan mereka untuk bangkit dan mandiri itu sangat keras dan tidak mudah menjalaninya. Aral melintang dengan kompleksitas tantangan dan cobaan datang silih berganti. Ujian hidupnya tak sama dengan orang lain pada umumnya yang masih bisa memeluk kasih sayang orang tua.
Memoar ini menyiratkan kilasan kenangan dan sejumput pengalaman hidup selama nyantri di Pesantren Gontor Putri angkatan perdana. Pembelajaran selama 6 tahun, tanpa disadari, mampu meresap dalam jiwa, membentuk karakter, membentengi sikap, serta mewarnai jejak langkah selanjutnya dalam pendidikan dan karier di masa depan. Hingga akhirnya, dapat melanjutkan studi double degree di UGM dan UII, hingga memperolah beasiswa studi doktoral (S3) dan berkesempatan mendapatkan riset hingga ke negeri Cina, Amerika dan beberapa negara lainnya. Alhamdulillah, semuanya terjadi atas izin-Nya.

PARADOKS KONSTITUSIONAL DAN DISONANSI DALAM DESENTRALISASI ASIMETRIS

PARADOKS KONSTITUSIONAL DAN DISONANSI DALAM DESENTRALISASI ASIMETRIS: Dialektika HAM dan Kearifan Lokal
Penulis : Dr. Triwahyuningsih, M.Hum.
ISBN: 978-634-7222-40-4
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Juni 2026
Deskripsi: xi, 264 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 150.000,-

Sinopsis
Penulisan buku ini berangkat dari ketertarikan akademik terhadap perkembangan praktik penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia yang terus mengalami perubahan seiring dengan tuntutan zaman. Perhatian terhadap isu tersebut tidak hanya didasarkan pada aspek normatif, tetapi juga pada realitas sosial dan budaya yang hidup dalam masyarakat. Ketertarikan ini kemudian berkembang menjadi upaya sistematis untuk mengkaji berbagai dimensi yang berkaitan dengan hubungan antara hukum, negara, dan masyarakat dalam konteks desentralisasi.
Buku ini disusun dengan harapan dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai dinamika hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia. Pembahasan yang disajikan diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi kalangan akademisi, tetapi bagi para pemerhati hukum pemerintahan daerah dan hukum tata negara, serta pihak-pihak lain yang memiliki perhatian terhadap perkembangan hukum dan ketatanegaraan. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi yang relevan dalam memperkaya diskursus ilmiah serta mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran baru yang konstruktif.

Disertasi, Meta-Teori, dan Produksi Pengetahuan

DISERTASI, META-TEORI, DAN PRODUKSI PENGETAHUAN: Refleksi Kritis atas Praktik Keilmuan Filsafat dan Sosio-Humaniora
Penulis: Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.A.
Editor: Erva Dewi Arqomi Puspita, M.Ag.
ISBN: 978-634-7222-32-9
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Februari 2026
Deskripsi: xvii, 169 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 95.000,-

Sinopsis

Buku ini merupakan refleksi epistemologis atas praktik kerja intelektual dalam disertasi bidang filsafat dan sosio-humaniora, yang ditulis berdasarkan pengalaman panjang penulis sebagai pembimbing akademik. Berangkat dari berbagai kesalahpahaman yang kerap muncul dalam penelitian doktoral, seperti reduksi makna kebaruan (novelty), obsesi pada data empiris, serta penyempitan kerja ilmiah menjadi prosedur teknis, buku ini menempatkan disertasi sebagai kerja intelektual tingkat lanjut yang beroperasi pada level konseptual, teoretis, dan meta-teoretis. Alih-alih menjadi panduan metodologis, karya ini menawarkan orientasi berpikir tentang disertasi sebagai peristiwa epistemologis, yakni momen produksi cara pandang baru dalam tradisi ilmu.
Melalui pembahasan mengenai perbedaan level objek dan meta-level, relasi antara teori dan meta-teori, serta karakter khas disertasi filsafat dan ilmu sosial, buku ini menegaskan bahwa kontribusi doktoral tidak selalu terletak pada temuan faktual baru, tetapi pada rekonstruksi makna, kerangka teoretis, dan horizon pemahaman. Disertasi dipahami bukan sebagai akhir studi, melainkan sebagai fondasi pembentukan tradisi intelektual dan etika klaim ilmiah. Dengan demikian, buku ini berkontribusi sebagai kerangka reflektif bagi mahasiswa doktoral, pembimbing, dan komunitas akademik dalam menata kembali pemahaman tentang hakikat penelitian doktoral sebagai produksi pengetahuan.

 

 

MENDAYAGUNAKAN RISET ADVOKASI

MENDAYAGUNAKAN RISET ADVOKASI: Teori, Pembelajaran dan Praktik
Penulis: David Efendi, Bhima Yudhistira, Media Wahyudi Askar, Bahrul Fikri, Widhyanto Muttaqien, Jaya Darmawan, M Saleh, Ifanul Abidin, Yayum Kumai, Panji Kusumo, MHD Zakiul Fikri, Wahyu A Perdana
Editor: David Efendi dan Ifanul Abidin
ISBN: 978-634-7222-30-5
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Januari 2026
Deskripsi: xviii, 215 hlm.; 14,5×21 cm.
Harga: Rp 99.000,-

Sinopsis

Pembahasan dalam buku ini mencakup dasar-dasar riset advokasi, pemetaan konflik sumber daya alam berbasis komunitas, pemanfaatan data dan big data dalam kebijakan publik, analisis hukum dan ketimpangan struktural, kajian valuasi ekonomi lingkungan, perspektif political ecology, pembacaan krisis ekologi, hingga teknik penyusunan policy brief sebagai alat strategis advokasi kebijakan. Setiap topik disajikan untuk membantu pembaca memahami keterkaitan antara pengetahuan, relasi kuasa, dan proses pengambilan kebijakan.
Buku ini ditujukan bagi aktivis, peneliti, akademisi, pembuat kebijakan, serta masyarakat sipil yang ingin memperdalam pemahaman dan keterampilan dalam mengintegrasikan riset dengan advokasi. Dengan menggabungkan teori, pembelajaran, dan praktik, buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan penting dalam membangun tradisi riset yang kritis, transformatif, dan berpihak, serta berkontribusi nyata dalam upaya memperjuangkan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.

PERKEMBANGAN LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA DI INDONESIA

PERKEMBANGAN LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA DI INDONESIA
Penulis : Dr. Sobirin Malian, S.H., M.Hum.
ISBN : 978-634-7222-26-8
Penerbit : LaksBang Akademika
Cetakan I : Januari 2026
Deskripsi : vii, 242 hlm.; 16×23 cm.
Harga : Rp 125.000

Sinopsis
Keberadaan Lembaga-Lembaga Negara di Indonesia, penting untuk dikritisi kembali. Mengapa? Tak lain karena ada sejumlah lembaga negara yang keberadaan dan fungsinya masih jauh panggang dari api, bahkan masih ada tumpang tindih antara satu dengan lembaga lainnya. Bahkan ada lembaga negara yang nyata-nyata di samping tidak efektif juga memboroskan uang negara.
Oleh karena itu, buku ini diterbitkan semata-mata agar kita dapat melihat secara objektif masing-masing lembaga negara itu sembari menilai seberapa urgen eksistensinya ke depan.
Buku ini semula ditulis semata hanya untuk sekadar informasi tanpa disertai analisis yang kritis. Inspirasinya juga sekadar menjawab dan memenuhi permintaan sejumlah kawan yang merasa kesulitan untuk mengetahui ada berapa lembaga negara yang kita punya dan untuk apa saja lembaga-lembaga itu.