Menampilkan 14 Hasil

ULUMUL QUR’AN: Kontekstualisasi & Aplikasi

ULUMUL QUR’AN: Kontekstualisasi & Aplikasi
Penulis: Prof. Dr. Sujiat Zubaidi, M.Ag.
Editor: Ide Mafaza Sansayto, M.Ag.
Penyelia Aksara: Fazlullah Ihza Qaseem, M.A.
ISBN: 978-634
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: April 2026
Deskripsi: xvii, 280 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 165.000,-

Sinopsis

Berangkat dari kegelisahan epistemologis yang hening namun mendesak, buku ini menjembatani ketegangan antara kejernihan teori dan tuntutan praksis dengan uraian yang presisi dan memantik kesadaran. Ulūmul Qur’an dihadirkan sebagai disiplin yang hidup—berakar pada turāth yang kokoh, sekaligus berdenyut mengikuti ritme zaman yang terus berubah. Kontekstualisasi diposisikan bukan sebagai pelepasan dari teks, melainkan sebagai ikhtiar menghadirkan makna wahyu dengan tetap berpijak pada otoritas lafaz dan kaidahnya. Setiap perluasan makna diarahkan secara cermat, menjaga keseimbangan antara ketepatan metodologis dan relevansi kontekstual, agar nilai-nilai Qur’ani tetap sahih sekaligus mampu menjawab kompleksitas kehidupan dengan kejernihan visi dan ketepatan arah.
Disusun dengan bangunan pemikiran yang runtut dan proporsional, buku ini menjembatani kedalaman turāth dengan denyut kebutuhan zaman secara hidup dan bermakna. Konsep-konsep kunci—dari asbāb al-nuzūl hingga manṭūq dan mafhūm—tidak berhenti sebagai wacana teoritis, tetapi difungsikan sebagai perangkat analisis yang aplikatif. Melalui pembacaan pendidikan yang adaptif, pembinaan karakter yang bertahap, hingga peneguhan kesantunan dalam ruang digital, pembaca diarahkan membangun pola pikir yang analitis, reflektif, dan bertanggung jawab. Lebih dari sekadar kajian, buku ini menegaskan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang membentuk cara pandang, menata sikap, dan mengarahkan tindakan secara utuh dan sadar.

 

Ilmu Komunikasi dalam Perspektif Hukum

Ilmu Komunikasi Dalam Perspektif Hukum
Penulis: Dr. Sobirin Malian, S.H., M.Hum.
ISBN: 978-634-xxx
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Maret 2026
Deskripsi: x, 178 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 95.000,-

Sinopsis

Secara umum buku ini adalah refleksi beberapa penilitian dan ada juga hasil renungan yang menjadi kegelisahan atas kejadian, pengalaman yang kemudian ditulis jadi naskah. Tentu maksud penulisan itu agar ide, gagasan tidak berhenti pada diri sendiri tetapi dapat dibaca dan menjadi perenungan orang lain juga. Lebih baik lagi jika pembaca memiliki concern dan komitmen yang sama atas masalah itu sehingga dapat bersama-sama mencari solusinya.

Disertasi, Meta-Teori, dan Produksi Pengetahuan

DISERTASI, META-TEORI, DAN PRODUKSI PENGETAHUAN: Refleksi Kritis atas Praktik Keilmuan Filsafat dan Sosio-Humaniora
Penulis: Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.A.
Editor: Erva Dewi Arqomi Puspita, M.Ag.
ISBN: 978-634-7222-32-9
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Februari 2026
Deskripsi: xvii, 169 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 95.000,-

Sinopsis

Buku ini merupakan refleksi epistemologis atas praktik kerja intelektual dalam disertasi bidang filsafat dan sosio-humaniora, yang ditulis berdasarkan pengalaman panjang penulis sebagai pembimbing akademik. Berangkat dari berbagai kesalahpahaman yang kerap muncul dalam penelitian doktoral, seperti reduksi makna kebaruan (novelty), obsesi pada data empiris, serta penyempitan kerja ilmiah menjadi prosedur teknis, buku ini menempatkan disertasi sebagai kerja intelektual tingkat lanjut yang beroperasi pada level konseptual, teoretis, dan meta-teoretis. Alih-alih menjadi panduan metodologis, karya ini menawarkan orientasi berpikir tentang disertasi sebagai peristiwa epistemologis, yakni momen produksi cara pandang baru dalam tradisi ilmu.
Melalui pembahasan mengenai perbedaan level objek dan meta-level, relasi antara teori dan meta-teori, serta karakter khas disertasi filsafat dan ilmu sosial, buku ini menegaskan bahwa kontribusi doktoral tidak selalu terletak pada temuan faktual baru, tetapi pada rekonstruksi makna, kerangka teoretis, dan horizon pemahaman. Disertasi dipahami bukan sebagai akhir studi, melainkan sebagai fondasi pembentukan tradisi intelektual dan etika klaim ilmiah. Dengan demikian, buku ini berkontribusi sebagai kerangka reflektif bagi mahasiswa doktoral, pembimbing, dan komunitas akademik dalam menata kembali pemahaman tentang hakikat penelitian doktoral sebagai produksi pengetahuan.

 

 

BER-EPISTEMOLOGI DAN BER-WORLDVIEW

BER-EPISTEMOLOGI DAN BER-WORLDVIEW: Mengembangkan Ilmu dengan Kesadaran Ilmiah dan Kematangan Epistemik
Penulis: Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.A.
Editor: Dr. Muhammad Faqih Nidzom, M.Ag.
ISBN: 978-634-7222-31-2
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Januari 2026
Deskripsi: xiii, 157 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 89.000,-

Sinopsis

Buku Ber-Epistemologi dan Ber-Worldview: Mengembangkan Ilmu dengan Kesadaran Ilmiah dan Kematangan Epistemik mengkaji persoalan mendasar keilmuan umat Islam yang tidak berhenti pada aspek metodologis atau produktivitas akademik, melainkan menyoroti rapuhnya kesadaran epistemik dan ketidakterinternali-sasian cara mengetahui. Epistemologi dan worldview dipahami bukan sebagai wacana abstrak, tetapi sebagai kerangka kesadaran yang membentuk cara berpikir, cara menilai, dan arah pengem-bangan ilmu. Ilmu, dalam perspektif ini, adalah proses formatif yang melibatkan pembentukan subjek ilmiah, bukan sekadar akumulasi pengetahuan.
Melalui pembahasan yang sistematis –mulai dari proses menjadi, kesadaran ilmiah, epistemologi Islam, hingga kritik atas krisis keilmuan, pendidikan doktoral, dan implikasi kelembagaan– buku ini menawarkan fondasi konseptual bagi pembaruan ilmu dalam Islam. Dengan menekankan pentingnya kematangan epistemik, buku ini ditujukan bagi akademisi dan mahasiswa pascasarjana yang ingin mengembangkan ilmu secara bermakna, berorientasi nilai, dan bertanggung jawab terhadap peradaban.

QUR’AN SPEAKS: BAGAIMANA WAHYU MENEMANI KITA BERTUMBUH

QUR’AN SPEAKS: BAGAIMANA WAHYU MENEMANI KITA BERTUMBUH
Refleksi, Introspeksi, dan Solusi
Penulis: Prof. Dr. Sujiat Zubaidi, M.Ag.
Editor: Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.Ag.
Penyelia Aksara: Fazlullah Ihza Qaseem, M.A.
ISBN: 978-634-7222-29-9
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Januari 2026
Deskripsi: xxviii, 329 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 225.000

Sinopsis

QUR’AN SPEAKS: Bagaimana Wahyu Menemani Kita Bertumbuh adalah sebuah perjalanan sunyi menuju cahaya. Buku ini hadir sebagai sahabat yang meneduhkan—menemani pergulatan batin, pencarian makna, serta langkah-langkah kecil menuju diri yang lebih tenang, lebih sadar, dan lebih dekat kepada Allah. Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, wahyu mengajak kita berhenti sejenak, menarik napas, dan kembali mendengarkan bisikan yang kerap terabaikan: bahwa hidup adalah ruang untuk bertumbuh, bukan perlombaan untuk tergesa-gesa.
Di dalamnya, pembaca tidak disuguhi ceramah panjang atau tuntutan yang kaku. Sebaliknya, setiap halaman mengajak merenungi ayat-ayat kehidupan—tentang takdir yang mengalir penuh hikmah, doa yang bekerja dalam diam, tidur dan sujud sebagai bentuk penyembuhan, serta makanan halal dan tayyib yang menjaga kejernihan jiwa. Di sanalah sabar, syukur, dan taubat membuka kembali pintu ketenangan yang sering tertutup oleh kegelisahan.
Dengan gaya tutur yang hangat, reflektif, dan motivatif, QUR’AN SPEAKS mengajak pembaca menyelami beragam pengalaman manusia—dari luka yang menguatkan, harapan yang tumbuh perlahan, rezeki yang datang tak terduga, hingga hidayah yang hadir di saat paling dibutuhkan. Karya ini tidak berhenti pada penafsiran teks, melainkan menghidupkan kembali dialog batin antara manusia dan wahyu yang kerap terlupa dalam hiruk pikuk kehidupan. Ditujukan bagi mereka yang tengah mencari arah, menata kembali hidup, atau merindukan ketenangan jiwa, buku ini menegaskan bahwa di setiap fase kehidupan, wahyu senantiasa berbicara. Pada akhirnya, pembaca diajak pulang—kepada fitrah dan cahaya yang menenteramkan.

Model Evaluasi Implementasi Penjaminan Mutu

Model Evaluasi Implementasi Penjaminan Mutu Berbasis Regulation-Logic-Judgment pada Pendidikan Anak Usia Dini
Penulis : Agung Prihantoro, S.Pd., M.Pd., Prof. Dr. Samsul Hadi, M.Pd., M.T., Prof. Dr. Harun, M.Pd.
ISBN : 978-634-7222-21-3
Penerbit : Laksbang Akademika
Cetakan I : Oktober 2025
Deskripsi : xi, 162 hlm.; 16×23 cm.
Harga : Rp 105.000,-

Sinopsis

Buku Model Evaluasi Implementasi Penjaminan Mutu Berbasis Regulation-Logic-Judgment (RLJ) pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini ialah sebuah ikhtiar untuk menciptakan model evaluasi yang baru. Model evaluasi RLJ ini tidak sama sekali baru, karena merupakan modifikasi dari model evaluasi logis.
Model evaluasi yang baru diperlukan untuk mengevaluasi implementasi penjaminan mutu PAUD guna membuahkan hasil evaluasi yang lebih tepat. Hasil evaluasi yang tepat menjadi dasar untuk menyusun rekomendasi bagi para pengambil kebijakan dan pihak-pihak swasta yang berkepentingan dengan penjaminan dan peningkatan mutu PAUD. Model evaluasi RLJ membuahkan hasil evaluasi dan kemudian memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk perbaikan penjaminan mutu internal dan eksternal PAUD.
Paparan buku ini dimulai dengan bagian pendahuluan yang mengetengahkan masalah-masalah penjaminan mutu PAUD. Masalah-masalah ini perlu diselesaikan dan dicarikan solusi. Mengevaluasi implementasi penjaminan mutu PAUD merupakan sebuah solusi awal untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.
Bab-bab setelah bagian pendahuluan memaparkan teori-teori tentang evaluasi; evaluasi program pendidikan; model evaluasi logis; pendidikan anak usia dini (PAUD); penjaminan mutu; penjaminan mutu PAUD; output, outcome dan impact dari implementasi penjaminan mutu; budaya mutu; dan regulasi. Teori-teori ini penting untuk memahami model evaluasi RLJ dan untuk melakukan evaluasi dengan model RLJ.

 

 

RELASI OLIGARKI DAN BIROKRASI

RELASI OLIGARKI DAN BIROKRASI: Rivalitas dalam Pemerintahan
Penulis : Muhammad Uhaib As’ad, Izmah Nailul Himmah Ulya
Editor : Sobirin Malian
ISBN : 978-634-7222-13-8
Penerbit : Laksbang Akademika
Cetakan I : Juni 2025
Deskripsi : xiii, 258 hlm.; 16×23 cm.
Harga : Rp 125.000,-

Sinopsis

Oligarki dan birokrasi adalah dua komponen penting dalam sistem pemerintahan. Namun, bagaimana jika keduanya menjadi musuh yang saling sandera, dan apa dampaknya terhadap pemerintahan dan masyarakat?
Dalam pemerintahan, oligarki dan birokrasi seringkali memiliki kepentingan yang berbeda. Namun, apa yang terjadi ketika keduanya terjebak dalam permainan kekuasaan yang saling sandera?
Pemerintahan yang baik memerlukan sinergi antara oligarki dan birokrasi. Namun, bagaimana jika keduanya menjadi musuh yang saling sandera, dan apa solusinya?
Dalam buku ini penulis menguraikan bagaimana dua entitas itu menjadi “dilema politis” dan mencari jalan masing masing ketika berhadapan dengan realitas terutama karena begitu besarnya kepentingan oligarki.

BERAGAMA DI ERA DIGITAL

BERAGAMA DI ERA DIGITAL: Membaca Ulang Religiusitas di Tengah Simbolisme dan Budaya Massa
Penulis : Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.A.
Editor : Dr. Sujiat Zubaidi, M.Ag.
ISBN : 978-634-7222-08-4
Penerbit : Laksbang Akademika
Cetakan I : Mei 2025
Deskripsi : xix, 390 hlm.; 16×23 cm.
Harga : Rp 185.000,-

Sinopsis

Tema utama buku ini adalah bagaimana keberagamaan di era digital sedang mengalami semacam krisis makna. Media sosial, budaya massa, dan semangat zaman yang tergesa, telah mendorong agama ke wilayah performatif yang rawan eksibisionisme spiritual dan manipulasi simbolik. Maka Prof. Muslih menghadirkan kritik yang tajam namun membangun. Ia tidak hanya membedah fenome­na, tetapi juga menawarkan jalan pemulihan: dari riya digital menu­ju keikhlasan, dari verbalisme menuju praksis sosial, dari konsumsi simbol ke kontemplasi hakikat.
Buku ini terdiri dari lima bagian besar yang membentangkan spektrum wacana dari kritik terhadap keberagamaan semu, penyu­sunan kesadaran reflektif, aktualisasi nilai religius dalam masyarakat, hingga pencarian spiritualitas baru di tengah arus digital. Setiap ba­gian disusun secara sistematis, dan meski tema-tema yang dibahas tampak beragam, seluruhnya berkelindan dalam satu pertanyaan besar: apa makna sejati dari beragama di tengah dunia yang serba tampil, cepat, dan instan?
Dengan semangat itu, buku ini tidak menawarkan doktrin, melainkan refleksi; tidak menyodorkan tuntunan seragam, tetapi menyajikan pemikiran terbuka yang menantang pembaca untuk mengevaluasi, memahami, dan memaknai ulang keberagamaan me­reka dalam konteks zaman. Harapannya, pembaca tidak hanya meli­hat agama sebagai sistem ajaran, tetapi menjadikan beragama sebagai proses hidup yang rasional, etis, spiritual, dan membebaskan.

 

 

BERIMAN DI ERA DIGITAL

BERIMAN DI ERA DIGITAL: Kesadaran Eksistensial, Produktivitas, Kedewasaan Beragama, dan Kesalehan Digital
Penulis : Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.A.
Editor : Nindhya Ayomi Delahara, S.Ag., M.Pd.
ISBN : 978-634-7222-07-7
Penerbit : Laksbang Akademika
Cetakan I : April 2025
Deskripsi : xvii, 329 hlm.; 16×23 cm.
Harga : Rp 160.000,-

Sinopsis

Buku ini lahir dari kegelisahan sekaligus harapan. Kegelisahan terhadap banyaknya praktik keagamaan yang hanya menekankan kepatuhan formal tanpa kesadaran mendalam. Harapan bahwa di tengah dunia yang serba cepat dan bising ini, kita masih bisa menemukan cara untuk beriman secara utuh: dengan nalar, dengan rasa, dengan tubuh, dan dengan keberanian untuk bertanya.
Kita hidup di zaman ketika segala hal bisa diukur, disebar, dan dipertontonkan. Tapi di balik kemudahan ini, muncul tantangan baru: spiritualitas yang instan, dangkal, dan kehilangan kedalaman. Banyak yang mengira beriman cukup dengan mengunggah kutipan rohani atau ikut tren moralitas daring. Padahal, beriman sejati tak berhenti di sana, ia harus berakar dalam kesadaran, keberanian, dan kerendahan hati untuk terus bertumbuh.
Di banyak tempat, kita menyaksikan cara beragama yang pasif: cukup ikut, cukup percaya, cukup patuh. Namun beriman sejati menolak pasif. Ia menuntut pertanyaan, keterlibatan, dan keberanian untuk membongkar kenyamanan. Karena itu, buku ini sesekali menyentil, mungkin bahkan menggugat, cara beriman yang malas, yang takut berpikir, yang hanya bertahan hidup di balik dogma.
Buku ini bukan resep. Ia tidak memberi jawaban pasti, tapi menawarkan peta untuk menavigasi spiritualitas di tengah zaman yang terus bergerak. Ia bukan “manual iman digital”, melainkan undangan untuk berpikir, merasakan, dan bergerak bersama. Sebab beriman, pada akhirnya, adalah keputusan eksistensial yang harus diperbarui setiap hari dengan penuh kesadaran.

 

BERAKHLAK DI ERA DIGITAL

BERAKHLAK DI ERA DIGITAL: Membangun Kesadaran Eksistensial Manusia dalam Ruang Sosial, Virtual, dan Peradaban Kontemporer
Penulis : Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.A.
Editor : Dr. Sujiat Zubaidi, M.Ag.
ISBN : 978-634-7222-03-9
Penerbit : Laksbang Akademika
Cetakan I : April 2025
Deskripsi : xviii, 359 hlm.; 16×23 cm.
Harga : Rp 170.000,-

Sinopsis

Kita hidup di tengah dunia yang dijejali teknologi, tetapi justru mengalami kekeringan makna. Media sosial menawarkan koneksi, tetapi sering kehilangan kedalaman relasi. Interaksi terjadi setiap saat, namun tidak selalu diiringi dengan kesadaran etis. Identitas dibentuk dalam ruang maya, namun tidak selalu berakar pada nilai-nilai luhur. Maka muncul pertanyaan mendasar: dalam dunia yang serba cepat, instan, dan artifisial ini, bagaimana manusia tetap bisa “berakhlak”? Bagaimana manusia bisa tetap utuh secara moral dan spiritual?
Buku ini hadir sebagai ikhtiar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ia adalah sebuah undangan untuk menyusun kembali orientasi hidup manusia, untuk menjadikan akhlak bukan hanya sebagai pedoman pribadi, tetapi sebagai cara berpikir, cara hidup, dan cara membangun peradaban.
Misi besar dari buku ini adalah membangun kembali kesadaran akan pentingnya nilai dalam kehidupan manusia, khususnya dalam dunia digital yang kian mengaburkan batas antara yang nyata dan maya, antara yang luhur dan yang banal. Buku ini mengajak pembaca untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga subjek etis yang sadar, reflektif, dan bertanggung jawab. Dunia digital memerlukan manusia baru—yakni manusia yang tidak hanya cakap dalam berpikir dan bertindak, tetapi juga matang secara spiritual dan tangguh secara moral. Buku ini juga sekaligus merupakan seruan eksistensial: agar manusia kembali sadar bahwa ia tidak bisa hidup tanpa nilai. Dunia digital membutuhkan manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga arif. Maka “berakhlak” adalah tugas harian yang mesti diperjuangkan terus-menerus, bukan diwarisi secara otomatis. Kita memerlukan bentuk baru keberakhlakan: yang reflektif, kontekstual, progresif, namun tetap berakar pada nilai-nilai transenden.