Menampilkan 14 Hasil

Prof. Sujiat Zubaidi: Kesaksian Guru, Sahabat dan Murid

Prof. Sujiat Zubaidi: Kesaksian Guru, Sahabat dan Murid
Penulis: Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.A., Prof. Dr. Muhammad Muhammad Daud, Prof, Dr. Hassan Yusuf, Prof. Dr. Ismail Kocacaliskan, Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah, Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, Prof. Dr. Muhammad Chirzin, Prof. H. Masdar Hilmy, Ph.D, Prof. Dr. H. Hery Noer Ali, Prof. Dr. Bahruddin Fannani,  Prof. Dr. Adang Kuswaya, M.A., Prof. Dr. Sokhi Huda, Prof. Dr. Syarifuddin Basyar, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag, Assoc. Prof. Dr. K.H. Ikhwan Hadiyyin, MM, Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, Dr. K.H. Abdurrahim Yapono, Assoc. Prof. Dr. Selamat bin Amir, Dr. H. Hariyanto Abdul Jalal, M.Pd, Agus Salim Syukran, M.Pd, Dr. K.H. Tata Taufik, Prof. Dr. Ihsan Dacholfani, Drs. H. Rif’at Husnul Ma’afi, M.Ag, Assoc. Prof. Dr. Ikhwan Agustono, Dr. Daniar Siahaan, Dr. K.H. Ahmad Jamil, Dr. H. Andi Wahyudi, M.A, Rika Kurniaty, SH, M.A., Ph.D, Akbar Zainuddin, MM, Dr. Lutfi Basit, M.Kom, Dr. Rusdin, M.A, Dr. Qosim Nurseha Dzulhadi, Dr. Aqdi Rofiq Asnawi, Dr. Hj. Saiyah Umma Taqwa, M.A, Dr. Hj. Aisyah Simamora, M.A, Syahrina Husna Lubis, M.Ed, dr. Hj. Desi Maghfirah, Sp. PD, Dr. Nindya Ayumi Delahara, Hj. Ummu Salamah, M.A, Najwaa Mukminah, M.Phil, Muhamad Anwar Aditya, M.A, Tasya Putri Nurhayat, M.A, Aldi Pangestu, M.Ag
Editor: Muhamad Fawwaz Rizaka & Fazlullah Ihza Qaseem
ISBN: 978-
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: September 2026
Deskripsi: xvi, 251 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 125.000,-

Sinopsis
Buku testimoni ini hadir sebagai ikhtiar untuk merekam sebagian perjalanan Prof. Sujiat Zubaidi, seorang pendidik, akademisi, dan pengabdi yang kiprahnya telah menyentuh banyak generasi. Kesaksian para guru, sahabat, murid, dan mahasiswa menghadirkan pengalaman dan kenangan dari berbagai sudut pandang, namun berpadu dalam satu kesan: sosok pembelajar yang tekun, pendidik yang tulus, dan intelektual yang konsisten mengabdikan ilmu bagi kemajuan lembaga dan kemaslahatan umat.
Kesaksian para guru menghadirkan sosok Sujiat Zubaidi sebagai pembelajar yang ditempa oleh tradisi ilmu, disiplin, dan adab. Kesaksian para sahabat pula menghadirkan kisah tentang persahabatan yang tumbuh dalam perjalanan panjang, diperkokoh oleh pengabdian, perjuangan, dan kesetiaan terhadap nilai-nilai yang diyakini bersama. Sementara itu, kesaksian para murid memperlihatkan bagaimana ilmu dan kepribadiannya diterima, diteladani, serta diteruskan oleh generasi berikutnya. Karena itu, buku ini bukan sekadar kumpulan ucapan selamat, melainkan mozaik kenangan dan kesaksian yang berupaya menghadirkan Prof. Sujiat Zubaidi secara utuh: sebagai pembelajar, murabbi, intelektual, sahabat, dan pengabdi.

(RE)THINKING ISLAM IN INDONESIA

(RE)THINKING ISLAM IN INDONESIA: From an Integrative-Interconnective to Interconnectivity of Scientific Pluralism
Penulis: Prof. Dr. Waryani Fajar Riyanto, S.H.I., M.Ag.
ISBN: 978-
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: September 2026
Deskripsi: vii, 404 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 225.000,-

Sinopsis
The third key concept in the integration–interconnection of science is creative imagination. Although inductive and deductive reasoning have adequately explained certain aspects of how scientific inquiry operates, they generally overlook the role of the scientist’s own creative imagination in the advancement of knowledge. There is indeed a logic for testing theories, but there is no logic for creating theories. There is no definitive formula for producing original discoveries. Most scholars aspire, throughout their academic careers, to develop new theories. Doctoral students are likewise consistently encouraged by their supervisors to present novel findings as a contribution to knowledge. How, then, do new theories emerge? New theories often arise from the courage of scientists and researchers to combine ideas that have previously existed but remained isolated from one another.
Finally, to strengthen the pillar of creative imagination, I propose the concept of religious imagination on Sufism through two articles (Chapter 3) based on Sufi cosmology, the thought of Ibn ʿArabī, and Frithjof Schuon’s perennial philosophy. The first is Frithjof Schuon (1907–1998) on the Transcendent Unity of Five Divine Presences. Probably the most famous teaching of the School of Frithjof Schuon (1907–1998), the Perennial Philosopher and Spiritual Poet, after the Transcendent Unity of Religions (al-waḥdat al-mutāʿaliyyah li al-adyān) is that of the Five Divine Presences (al-ḥaḍrah al-ilāhiyyah al-khamsah). Although often discussed, seldom has it been analyzed with reference to the original texts. From Sufi cosmology and models theory (monadic, diadic, triadic, tetradic, and pentadic) perspectives, this study analyzed Schuon’s thoughts on the Five Divine Presences. Employing a qualitative document-based methodology, the study analyzed primary texts by Schuon. The study advances the concept of the Transcendent Unity of Five Divine Presences that consists of Beyond-Being, Being, Spirit, soul, and body. These five structures place Spirit (rūḥānī) as the bridge between God and man. Spirit (rūḥānī) is the Logos, which with its two faces, created and uncreated, the “bridge” between man and God. Created, observed from the God side and uncreated, observed from the human side. The implication is that Pentadic Integralism can describe and clarify clearly between domains of Uncreated Logos–Created Logos, Absolute–Relative, Ātmā–Māyā, Divine–Human, Heaven–Earth, Esoterism (Ḥaqīqah)–Exoterism (Syarīʿah), and Immortal–Mortal. The current study also attempts to integrate between Perennial and Sufism.

DARI FILSAFAT ILMU KE TEOLOGI SAINS, DARI EPISTEMOLOGI RELASIONAL KE EKSPANSI MULTIDISIPLINER

DARI FILSAFAT ILMU KE TEOLOGI SAINS, DARI EPISTEMOLOGI RELASIONAL KE EKSPANSI MULTIDISIPLINER: Nyantri, Khidmah, dan Jejak Resiliensi Intelektual Prof. Mohammad Muslih
Penulis: Yuangga Kurnia Yahya, Muhammad Nur, Nindhya Ayomi Delahara, Firda Inayah, Imroatul Istiqamah, M. Kharis Majid, Muhammad Alfan Rumasukun, Daud Sukoco, Febrian Arif Wicaksana, Rindang Diannita
Editor: Muhammad Nur
ISBN: 978-634-7222-48-0
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Agustus 2026
Deskripsi: xxvi, 566 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 275.000,-

Sinopsis
Buku ini merekam perkembangan sebuah proyek intelektual yang bergerak dari fondasi filsafat ilmu menuju teologi sains, lalu berkembang ke arah epistemologi relasional dan ekspansi multidisipliner. Berangkat dari kajian tentang asumsi dasar, paradigma, dan struktur ilmu pengetahuan, pembahasan kemudian berlanjut pada rekonstruksi hubungan antara wahyu, akal, dan realitas sebagai fondasi bagi lahirnya sains yang berorientasi pada tauhid. Dalam perjalanan tersebut, filsafat ilmu tidak lagi dipahami sebagai refleksi atas ilmu semata, tetapi sebagai jalan untuk membangun paradigma keilmuan yang mampu menjembatani agama, sains, dan kehidupan secara lebih utuh.
Puncak perkembangan gagasan tersebut adalah lahirnya epistemologi relasional, yaitu suatu cara pandang yang menemukan pola dan logika hubungan yang harmonis antara akidah dan filsafat, antara iman dan rasionalitas, antara agama sebagai ajaran dan agama sebagai praktik kehidupan, antara al-dīn dan tamaddun. Dari fondasi inilah lahir ekspansi multidisipliner yang memperluas penerapan kerangka epistemologis ke berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, kebencanaan, teknologi, dan pengembangan institusi. Dengan demikian, buku ini tidak hanya memotret evolusi sebuah pemikiran, tetapi juga menawarkan suatu horizon baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang integratif, relasional, dan berorientasi pada pembangunan peradaban.

KASUS POSO KONFLIK, KEBENARAN DAN HAK ASASI MANUSIA

KASUS POSO KONFLIK, KEBENARAN DAN HAK ASASI MANUSIA: Analisis Kritis Akar Masalah, Peredaran Senjata dan Tanggung Jawab Negara
Penulis: Sobirin Malian
ISBN: 978-634-7222-47-3
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Agustus 2026
Deskripsi: ix, 145 hlm.; 14×20.5 cm.
Harga: Rp 85.000,-

Sinopsis
Peristiwa yang melanda Poso antara akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an merupakan salah satu babak kelam dalam sejarah Indonesia pasca-Orde Baru. Selama lebih dari dua dekade, peristiwa ini seringkali disederhanakan narasinya sebagai semata “konflik antarumat beragama”. Penyederhanaan ini tidak hanya menutupi kompleksitas persoalan yang sebenarnya, tetapi juga mengaburkan tanggung jawab berbagai pihak, serta menepikan suara korban dan hak mereka atas kebenaran dan keadilan.
Buku ini hadir sebagai upaya untuk memandang kasus Poso dengan cara yang berbeda—melalui kacamata kritis dan berlandaskan prinsip hak asasi manusia. Penulisan ini didorong oleh keyakinan bahwa perdamaian yang sejati tidak dapat dibangun di atas kebohongan, pelupaan paksa, atau pengabaian hak asasi manusia. Sebaliknya, perdamaian yang langgeng harus didasari oleh pengungkapan fakta yang jujur, pertanggungjawaban yang adil, serta pemulihan yang menyeluruh bagi mereka yang menderita.
Dalam buku ini, pembaca akan diajak menelusuri bukan hanya urutan peristiwa, tetapi juga akar masalah yang mendasar: ketimpangan ekonomi dan penguasaan sumber daya alam, politisasi identitas untuk kepentingan kekuasaan, kegagalan negara menjalankan fungsi perlindungan, hingga peran aktor eksternal baik dari dalam maupun luar negeri. Aspek yang jarang terungkap secara terbuka, seperti peredaran dan bisnis senjata yang menjadi “bahan bakar” kekerasan, serta dugaan keterlibatan sebagian oknum aparat keamanan, juga dikupas berdasarkan data dan laporan yang terverifikasi.
Kami juga berusaha memberikan ruang bagi suara korban dan penyintas, yang selama ini seringkali terpinggirkan di tengah pertentangan narasi antarkelompok. Pengalaman mereka menjadi pengingat bahwa di balik angka statistik dan analisis politik, terdapat nyawa yang hilang, masa depan yang hancur, dan harapan yang seringkali tertunda.
Tujuan utama penulisan buku ini bukanlah untuk membuka luka lama secara sembarangan, melainkan untuk memastikan bahwa penderitaan yang terjadi tidak hilang ditelan waktu. Lebih dari itu, buku ini disusun dengan pesan tegas: kasus semacam ini tidak boleh terulang lagi di masa depan. Hal ini menuntut komitmen nyata dari pemerintah, serta kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia, untuk senantiasa menjunjung tinggi netralitas, profesionalisme, dan menjamin tegaknya hak asasi manusia dalam setiap tindakan dan kebijakan yang diambil.

BER-EPISTEMOLOGI DAN BER-WORLDVIEW

BER-EPISTEMOLOGI DAN BER-WORLDVIEW: Mengembangkan Ilmu dengan Kesadaran Ilmiah dan Kematangan Epistemik
Penulis: Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.A.
Editor: Dr. Muhammad Faqih Nidzom, M.Ag.
ISBN: 978-634-7222-31-2
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Januari 2026
Deskripsi: xiii, 157 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 89.000,-

Sinopsis

Buku Ber-Epistemologi dan Ber-Worldview: Mengembangkan Ilmu dengan Kesadaran Ilmiah dan Kematangan Epistemik mengkaji persoalan mendasar keilmuan umat Islam yang tidak berhenti pada aspek metodologis atau produktivitas akademik, melainkan menyoroti rapuhnya kesadaran epistemik dan ketidakterinternali-sasian cara mengetahui. Epistemologi dan worldview dipahami bukan sebagai wacana abstrak, tetapi sebagai kerangka kesadaran yang membentuk cara berpikir, cara menilai, dan arah pengem-bangan ilmu. Ilmu, dalam perspektif ini, adalah proses formatif yang melibatkan pembentukan subjek ilmiah, bukan sekadar akumulasi pengetahuan.
Melalui pembahasan yang sistematis –mulai dari proses menjadi, kesadaran ilmiah, epistemologi Islam, hingga kritik atas krisis keilmuan, pendidikan doktoral, dan implikasi kelembagaan– buku ini menawarkan fondasi konseptual bagi pembaruan ilmu dalam Islam. Dengan menekankan pentingnya kematangan epistemik, buku ini ditujukan bagi akademisi dan mahasiswa pascasarjana yang ingin mengembangkan ilmu secara bermakna, berorientasi nilai, dan bertanggung jawab terhadap peradaban.

PERKEMBANGAN LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA DI INDONESIA

PERKEMBANGAN LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA DI INDONESIA
Penulis : Dr. Sobirin Malian, S.H., M.Hum.
ISBN : 978-634-7222-26-8
Penerbit : LaksBang Akademika
Cetakan I : Januari 2026
Deskripsi : vii, 242 hlm.; 16×23 cm.
Harga : Rp 125.000

Sinopsis
Keberadaan Lembaga-Lembaga Negara di Indonesia, penting untuk dikritisi kembali. Mengapa? Tak lain karena ada sejumlah lembaga negara yang keberadaan dan fungsinya masih jauh panggang dari api, bahkan masih ada tumpang tindih antara satu dengan lembaga lainnya. Bahkan ada lembaga negara yang nyata-nyata di samping tidak efektif juga memboroskan uang negara.
Oleh karena itu, buku ini diterbitkan semata-mata agar kita dapat melihat secara objektif masing-masing lembaga negara itu sembari menilai seberapa urgen eksistensinya ke depan.
Buku ini semula ditulis semata hanya untuk sekadar informasi tanpa disertai analisis yang kritis. Inspirasinya juga sekadar menjawab dan memenuhi permintaan sejumlah kawan yang merasa kesulitan untuk mengetahui ada berapa lembaga negara yang kita punya dan untuk apa saja lembaga-lembaga itu.

FEODALISME BIROKRASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP AKUNTABILITAS PUBLIK

FEODALISME BIROKRASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP AKUNTABILITAS PUBLIK
Penulis : Muhammad Uhaib As’ad
ISBN : 978-634-7222-15-2
Penerbit : Laksbang Akademika
Cetakan : Juni 2025
Deskripsi : xiv, 238 hlm.; 16×23 cm.
Harga : Rp 115.000

Sinopsis

Buku ini berjudul: Feodalisme Birokrasi dan Pengaruhnya Terhadap Akuntabilitas Publik, problem birokrasi dalam cengkeraman patrimonial dalam demokrasi sejatinya sangat kompleks. Problem-problem itu makin bertambah karena gerakan reformasi yang seharusnya membawa pencerahan dan pembaharuan justru terjebak pada pragmatisme politik dinasti dan kembali merebaknya kolusi, korupsi dan nepotisme. Pada akhirnya meritokrasi berjalan secara inkonsisten dan jauh dari kata efektif. Pengaruh kepentingan politik dan kekuasaan begitu besar yang menghambat proses seleksi dan promosi. Kalau pun meritokrasi berjalan, itu tak lebih hanyalah semu. Dia berjalan tanpa diiringi transparani dan akuntabilitas yang menyebabkan proses seleksi dan promosi tidak adil dan tidak berdasarkan merit (profesionalisme). Lebih dari itu sangat terasa “negara” seolah kekurangan sumber daya manusia, akibat birokrasi sejak lama telah kehilangan karakternya sebagai pelayan publik.

REFORMASI BIROKRASI DALAM CENGKERAMAN PATRIMONIALISME POLITIK DI ERA DEMOKRATISASI

REFORMASI BIROKRASI DALAM CENGKERAMAN PATRIMONIALISME POLITIK DI ERA DEMOKRATISASI
Penulis : Muhammad Uhaib As’ad
Editor : Sobirin Malian
ISBN : 978-634-7222-14-5
Penerbit : LaksBang Akademika
Cetakan I : Juni 2025
Deskripsi : xi, 286 hlm.; 16×23 cm.
Harga : Rp 134.000

Sinopsis

Buku berjudul “Reformasi Birokrasi dalam Cengkeraman Patrimonialisme Politik di Era Demokratisasi”. Buku ini membahas berbagai hal mengenai problem birokrasi dalam cengkeraman patrimonial dalam demokrasi sejatinya sangat kompleks. Problem itu makin bertambah karena gerakan reformasi yang seharusnya membawa pencerahan dan pembaharuan justru terjebak pada pragmatisme politik dinasti dan kembali merebaknya kolusi, korupsi dan nepotisme. Pada akhirnya meritokrasi berjalan secara inkonsisten dan jauh dari kata efektif. Pengaruh kepentingan politik dan kekuasaan begitu besar yang menghambat proses seleksi dan promosi. Kalau pun meritokrasi berjalan, itu tak lebih hanyalah semu. Dia berjalan tanpa diiringi transparansi dan akuntabilitas yang menyebabkan proses seleksi dan promosi tidak adil dan tidak berdasarkan merit (profesionalisme). Lebih dari itu sangat terasa “negara” seolah kekurangan sumber daya manusia, akibat birokrasi sejak lama telah kehilangan karakternya sebagai pelayan publik. Akhirnya dapat dikatakan, buku ini sangat kritis menyorot kondisi “birokrasi kekinian” Indonesia.

HUKUM PERTANAHAN NASIONAL

HUKUM PERTANAHAN NASIONAL: Sejarah dan Politik Hukum Pertanahan, Hak Menguasai Negara, Hak Atas Tanah dan Pendaftaran Tanah
Penulis : Ahmad Setiawan, S.H., M.H.
Prolog : Prof. Dr. M. Khoidin, S.H., M.Hum., Sp.N.
Editor : Dr. Rudyanti Dorotea Tobing, S.H., M.Hum.
ISBN : 978-623-99614-8-0
Penerbit : LaksBang Pustaka
Cetakan Ketiga : Juni 2025 (edisi revisi)
Deskripsi : xxiii, 383 hlm.; 16×23 cm.
Harga : Rp 186.000,-

SEJARAH PERKEMBANGAN PEMERINTAHAN DI ERA KOLONIAL DAN IMPLIKASINYA BAGI SISTEM POLITIK INDONESIA

SEJARAH PERKEMBANGAN PEMERINTAHAN DI ERA KOLONIAL DAN IMPLIKASINYA BAGI SISTEM POLITIK INDONESIA
Penulis : Muhammad Uhaib As’ad, Izmah Nailul Himmah Ulya.
Editor : Sobirin Malian
ISBN : 978-634-7222-00-8
Penerbit : Laksbang Akademika
Cetakan I : Mei 2026
Deskripsi : xv, 312 hlm., 16×23 cm.
Harga : Rp 150.000,-

Sinopsis

Buku ini bertujuan untuk mengulas sejarah pemerintahan dari berbagai sudut pandang, mulai dari struktur pemerintahan, sistem politik, budaya hingga peran pemimpin dalam membentuk suatu negara. Dengan memahami sejarah pemerintahan, kita dapat belajar dari pengalaman masa lalu dan menggunakannya sebagai acuan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Buku ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi pembaca yang ingin memahami lebih dalam tentang sejarah pemerintahan dan peranannya dalam membentuk suatu bangsa.
Di dalam buku ini diuraikan bagaimana sebenarnya pemerintah kolonial Belanda telah sedemikian tertata membentuk pemerintahan mulai dari sistem birokrasi, administrasi hingga pembentukan lembaga peradilan. Tentu pembentukan oleh kolonial saat itu_politik hukumnya_ untuk melanggengkan kekuasaan mereka di Nusantara. VOC yang awalnya adalah organisasi dagang dengan tujuan utama mencari rempah-rempah ternyata kemudian berkembang menjadi organisasi “pengendali” pribumi. Kebutuhan rempah-rempah yang sangat tinggi di Eropa telah membuat VOC berubah haluan menjadi ingin menguasai segala sektor pertanian dan perdagangan Nusantara.
Saat VOC kemudian digantikan oleh pemerintahan Belanda penancapan kukunya kolonial makin kuat yang lama kelamaan meluaskan jajahannya di Nusantara. Satu persatu Kerajaan yang ada di Nusantara dikuasai yang berarti juga bisnis rempah mereka makin besar dan kuat. Tampak wajah kolonial adalah wajah kapitalisme awal di Nusantara.