Menampilkan 63 Hasil

INNERGRAFI CAHAYA ILMU

INNERGRAFI CAHAYA ILMU: Dari Integralitas Ilmu Pengetahuan Ke Interkoneksitas Pengetahuan Tentang Ilmu
Penulis: Najwa Munjiha binti Waryani Fajar Riyanto, Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, M.A., Prof. Dr. H. Iswandi Syahputra, M.Si., Prof. Dr. Samsul Hidayat, M.A., Prof. Dr. Susiknan Azhari, Dr. H. Andy Dermawan, M.A., Dr. Fadhly Azhar, SEI., M.Hum., M.M., Prof. Dr. H. Imam Kanafi M.Ag., Dr. Hijrian Angga Prihantoro, Lc., L.L.M., Dr. Moh. Nasrudin, S.Pd.I., M.Pd.I., Mohammad Affan, S.S., M.A., Prof. Dr. H.M. Amin Abdullah, Ali Usman, M.S.I., Dr. Dian Nur Anna, S.Ag., M.A., Rajendra Rahmat Ramadhan, S.Ag., M.Ag., Andik Wahyun Muqoyyidin, M.Pd.I., Andik Wahyun Muqoyyidin, M.Pd.I., Dr. Imam Iqbal, S.Fil.I, M.S.I., Muhammad Rizkita, S.Ag., M. Andri Yunan Nugroho, S.Si., M.Pd., Dr. Rama Kertamukti, S.Sos., M.Sn., Dr. Rika Lusri Virga., S.IP., M.A., Latifa Zahra, M.A., Pardamean Harahap, M.A., Dr. Napsiah, S.Sos., M.Si., Dr. Abd. Aziz Faiz, M.Hum., Dr. Syarifuddin Jurdi, M.Si., Ali Asyhar, M.Pd.I, Firdaus Wijaya Kusuma, S.Pd.I., S.Pd., Triyono, S.Pd.I., M.Pd., Gr., Dr. Novian Widiadharma, S.Fil., M.Hum., Andik Wahyun Muqoyyidin, Dr. Erham Budi Wiranto, S.Th.I., M.A.
Editor: Dr. Novian Widiadharma, S.Fil., M,Hum.
ISBN: 978-634-xxx
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: September 2026
Deskripsi: xxvi, 457 hlm.; 17×24 cm.
Harga: Rp 275.000,-

Sinopsis
Pandangan-pandangan dari para pemikir, kaum intelektual, anak, guru, mentor, murid, dan sahabat tentang saya, utamanya mereka membaca dan memetakan epistemik keilmuan saya dan pemikiran-pemikiran saya tentang integrasi ilmu. Saya sendiri setelah menulis buku integrasi ilmu, segera mempraktikkan dan menerapkannya dalam berbagai bidang keilmuan, seperti sains, ilmu komunikasi, psikologi, sosiologi, pendidikan, dan lain sebagainya. Para penulis juga telah mengkritisi, mengembangkan, dan mempraktikkan pikiran-pikiran saya tentang integrasi ilmu dalam berbagai bidang kajian mereka masing-masing di mana ada berada. Dari trilogi epistemologi dalam integrasi ilmu gagasan Ian Barbour (religion, philosophy, and science) ke integrasi-interkoneksi ilmu gagasan M. Amin Abdullah (semipermeable, intersubjective testability, and creative imagination), saya telah kembangkan menuju interkoneksitas ilmu melalui tiga pilar utama: hadrah ilahiyyah, hadrah ruhaniyyah, dan hadrah ‘ilmiyyah dan direct influence (God to human spirit)-interconnected influence (human spirit and science), innersubjective, dan religious imagination. Saya juga menyebutnya sebagai relasi “tiga besar” antara Tuhan, ruhani, dan sains. Saya mengarahkan, dari diskusi tentang integrasi ilmu ke integrasi ilmuwan sebagai manusia. Tidak hanya mendiskusikan topik bagaimana menciptakan ilmu integratif, tetapi juga mewujudkan manusia integratif.

MUHI untuk Negeri: Sejarah, Alumni, Sumbangsih

MUHI untuk Negeri: Sejarah, Alumni, Sumbangsih
Penulis: Sobirin Malian, Fernan Rahadi, Arif Koes Hernawan, Latief Noor Rochmans, Rahajeng Kartika Anindita Pramesi.
ISBN: 978-634-xxx
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: September 2026
Deskripsi: xxviii, 418 hlm.; 21×29 cm.
Harga: Rp 205.000,-

Sinopsis
Buku ini hadir untuk menjawab keperluan penting akan ingatan kolektif dan sejarah membangun kecerdasan bangsa. Sejarah sebuah lembaga pendidikan akan kehilangan maknanya jika tidak dirawat dan diwariskan. Melalui buku ini, IKAMUHI dan MUHI telah melakukan kerja penting dengan merekam, merawat, dan mewariskan narasi perjalanan panjang MUHI kepada generasi sekarang dan mendatang. Di dalamnya terkandung nilai-nilai pergerakan sekaligus institusi pendidikan yang tidak kenal lelah menginspirasi kemajuan dalam mendidik generasi umat dan bangsa.
(Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah)

Buku ini lahir dari semangat kebersamaan membangun sinergi antara IKAMUHI dengan almamater MUHI, untuk merekam perjalanan sejarah, merawat ingatan bersama, serta menegaskan kontribusi nyata alumni MUHI bagi bangsa dan negara. SMA MUHI bukan sekadar institusi pendidikan formal, melainkan ruang pembentukan karakter, nilai keimanan, semangat kebangsaan, dan dedikasi pengabdian.
(Ida Pujiastuti, Ketua Umum IKAMUHI, Alumni MUHI 1984)

Buku ini merekam sebagian kecil dari perjalanan panjang MUHI——tentang pengalaman, perjuangan, dan cerita yang penuh makna. Semoga menjadi kenangan yang inspiratif sekaligus penyemangat bagi generasi MUHI untuk terus berprestasi dan berkemajuan.
(Herynugroho, Kepala Sekolah MUHI)

Dengan sejarah panjangnya, saya yakin MUHI mampu menghadapi tantangan pendidikan saat ini, terutama dari generasi Z dengan segala realitas sosialnya. Dengan terbitnya buku ini, saya berharap adanya peran penting alumni untuk MUHI Reborn, yakni MUHI yang kembali pada hakikatnya sebagai institusi yang melahirkan calon-calon pemimpin bangsa, sosok-sosok pembelajar yang terus menuntut ilmu namun juga dikawal oleh kemuliaan akhlak.
(Busyro Muqoddas, Ketua KPK RI 2010-2011, Alumni MUHI 1971)

Prof. Sujiat Zubaidi: Kesaksian Guru, Sahabat dan Murid

Prof. Sujiat Zubaidi: Kesaksian Guru, Sahabat dan Murid
Penulis: Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.A., Prof. Dr. Muhammad Muhammad Daud, Prof, Dr. Hassan Yusuf, Prof. Dr. Ismail Kocacaliskan, Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah, Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, Prof. Dr. Muhammad Chirzin, Prof. H. Masdar Hilmy, Ph.D, Prof. Dr. H. Hery Noer Ali, Prof. Dr. Bahruddin Fannani,  Prof. Dr. Adang Kuswaya, M.A., Prof. Dr. Sokhi Huda, Prof. Dr. Syarifuddin Basyar, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag, Assoc. Prof. Dr. K.H. Ikhwan Hadiyyin, MM, Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, Dr. K.H. Abdurrahim Yapono, Assoc. Prof. Dr. Selamat bin Amir, Dr. H. Hariyanto Abdul Jalal, M.Pd, Agus Salim Syukran, M.Pd, Dr. K.H. Tata Taufik, Prof. Dr. Ihsan Dacholfani, Drs. H. Rif’at Husnul Ma’afi, M.Ag, Assoc. Prof. Dr. Ikhwan Agustono, Dr. Daniar Siahaan, Dr. K.H. Ahmad Jamil, Dr. H. Andi Wahyudi, M.A, Rika Kurniaty, SH, M.A., Ph.D, Akbar Zainuddin, MM, Dr. Lutfi Basit, M.Kom, Dr. Rusdin, M.A, Dr. Qosim Nurseha Dzulhadi, Dr. Aqdi Rofiq Asnawi, Dr. Hj. Saiyah Umma Taqwa, M.A, Dr. Hj. Aisyah Simamora, M.A, Syahrina Husna Lubis, M.Ed, dr. Hj. Desi Maghfirah, Sp. PD, Dr. Nindya Ayumi Delahara, Hj. Ummu Salamah, M.A, Najwaa Mukminah, M.Phil, Muhamad Anwar Aditya, M.A, Tasya Putri Nurhayat, M.A, Aldi Pangestu, M.Ag
Editor: Muhamad Fawwaz Rizaka & Fazlullah Ihza Qaseem
ISBN: 978-634-7222-53-4
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: September 2026
Deskripsi: xvi, 251 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 125.000,-

Sinopsis
Buku testimoni ini hadir sebagai ikhtiar untuk merekam sebagian perjalanan Prof. Sujiat Zubaidi, seorang pendidik, akademisi, dan pengabdi yang kiprahnya telah menyentuh banyak generasi. Kesaksian para guru, sahabat, murid, dan mahasiswa menghadirkan pengalaman dan kenangan dari berbagai sudut pandang, namun berpadu dalam satu kesan: sosok pembelajar yang tekun, pendidik yang tulus, dan intelektual yang konsisten mengabdikan ilmu bagi kemajuan lembaga dan kemaslahatan umat.
Kesaksian para guru menghadirkan sosok Sujiat Zubaidi sebagai pembelajar yang ditempa oleh tradisi ilmu, disiplin, dan adab. Kesaksian para sahabat pula menghadirkan kisah tentang persahabatan yang tumbuh dalam perjalanan panjang, diperkokoh oleh pengabdian, perjuangan, dan kesetiaan terhadap nilai-nilai yang diyakini bersama. Sementara itu, kesaksian para murid memperlihatkan bagaimana ilmu dan kepribadiannya diterima, diteladani, serta diteruskan oleh generasi berikutnya. Karena itu, buku ini bukan sekadar kumpulan ucapan selamat, melainkan mozaik kenangan dan kesaksian yang berupaya menghadirkan Prof. Sujiat Zubaidi secara utuh: sebagai pembelajar, murabbi, intelektual, sahabat, dan pengabdi.

(RE)THINKING ISLAM IN INDONESIA

(RE)THINKING ISLAM IN INDONESIA: From an Integrative-Interconnective to Interconnectivity of Scientific Pluralism
Penulis: Prof. Dr. Waryani Fajar Riyanto, S.H.I., M.Ag.
ISBN: 978-634-7222-50-3
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: September 2026
Deskripsi: vii, 404 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 225.000,-

Sinopsis
The third key concept in the integration–interconnection of science is creative imagination. Although inductive and deductive reasoning have adequately explained certain aspects of how scientific inquiry operates, they generally overlook the role of the scientist’s own creative imagination in the advancement of knowledge. There is indeed a logic for testing theories, but there is no logic for creating theories. There is no definitive formula for producing original discoveries. Most scholars aspire, throughout their academic careers, to develop new theories. Doctoral students are likewise consistently encouraged by their supervisors to present novel findings as a contribution to knowledge. How, then, do new theories emerge? New theories often arise from the courage of scientists and researchers to combine ideas that have previously existed but remained isolated from one another.
Finally, to strengthen the pillar of creative imagination, I propose the concept of religious imagination on Sufism through two articles (Chapter 3) based on Sufi cosmology, the thought of Ibn ʿArabī, and Frithjof Schuon’s perennial philosophy. The first is Frithjof Schuon (1907–1998) on the Transcendent Unity of Five Divine Presences. Probably the most famous teaching of the School of Frithjof Schuon (1907–1998), the Perennial Philosopher and Spiritual Poet, after the Transcendent Unity of Religions (al-waḥdat al-mutāʿaliyyah li al-adyān) is that of the Five Divine Presences (al-ḥaḍrah al-ilāhiyyah al-khamsah). Although often discussed, seldom has it been analyzed with reference to the original texts. From Sufi cosmology and models theory (monadic, diadic, triadic, tetradic, and pentadic) perspectives, this study analyzed Schuon’s thoughts on the Five Divine Presences. Employing a qualitative document-based methodology, the study analyzed primary texts by Schuon. The study advances the concept of the Transcendent Unity of Five Divine Presences that consists of Beyond-Being, Being, Spirit, soul, and body. These five structures place Spirit (rūḥānī) as the bridge between God and man. Spirit (rūḥānī) is the Logos, which with its two faces, created and uncreated, the “bridge” between man and God. Created, observed from the God side and uncreated, observed from the human side. The implication is that Pentadic Integralism can describe and clarify clearly between domains of Uncreated Logos–Created Logos, Absolute–Relative, Ātmā–Māyā, Divine–Human, Heaven–Earth, Esoterism (Ḥaqīqah)–Exoterism (Syarīʿah), and Immortal–Mortal. The current study also attempts to integrate between Perennial and Sufism.

WASATHIYAH ISLAMIYAH

WASATHIYAH ISLAMIYAH: Jalan Menuju Khairu Ummah
Penulis: Kastolani
Editor: Reza Ahmadiansah dan Imam Subqi
ISBN: 978-634-7222-49-7
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Agustus 2026
Deskripsi: 191 hlm.; 14×20 cm.
Harga: Rp 95.000,-

Sinopsis
Wasathiyah Islamiyah adalah pendekatan moderasi agama yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah untuk menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Buku ini mengajak pembaca memahami konsep wasathiyah secara komprehensif dari landasan teologis, historis, filosofis, hingga implementasi praktis dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
Di tengah polarisasi dan intoleransi, wasathiyah menjadi jalan tengah yang meneguhkan nilai-nilai keseimbangan, keadilan, toleransi, dan kemaslahatan umat. Buku ini menawarkan gagasan, refleksi, serta strategi membangun harmoni sosial di era digital dan global.

DARI FILSAFAT ILMU KE TEOLOGI SAINS, DARI EPISTEMOLOGI RELASIONAL KE EKSPANSI MULTIDISIPLINER

DARI FILSAFAT ILMU KE TEOLOGI SAINS, DARI EPISTEMOLOGI RELASIONAL KE EKSPANSI MULTIDISIPLINER: Nyantri, Khidmah, dan Jejak Resiliensi Intelektual Prof. Mohammad Muslih
Penulis: Yuangga Kurnia Yahya, Muhammad Nur, Nindhya Ayomi Delahara, Firda Inayah, Imroatul Istiqamah, M. Kharis Majid, Muhammad Alfan Rumasukun, Daud Sukoco, Febrian Arif Wicaksana, Rindang Diannita
Editor: Muhammad Nur
ISBN: 978-634-7222-48-0
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Agustus 2026
Deskripsi: xxvi, 566 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 275.000,-

Sinopsis
Buku ini merekam perkembangan sebuah proyek intelektual yang bergerak dari fondasi filsafat ilmu menuju teologi sains, lalu berkembang ke arah epistemologi relasional dan ekspansi multidisipliner. Berangkat dari kajian tentang asumsi dasar, paradigma, dan struktur ilmu pengetahuan, pembahasan kemudian berlanjut pada rekonstruksi hubungan antara wahyu, akal, dan realitas sebagai fondasi bagi lahirnya sains yang berorientasi pada tauhid. Dalam perjalanan tersebut, filsafat ilmu tidak lagi dipahami sebagai refleksi atas ilmu semata, tetapi sebagai jalan untuk membangun paradigma keilmuan yang mampu menjembatani agama, sains, dan kehidupan secara lebih utuh.
Puncak perkembangan gagasan tersebut adalah lahirnya epistemologi relasional, yaitu suatu cara pandang yang menemukan pola dan logika hubungan yang harmonis antara akidah dan filsafat, antara iman dan rasionalitas, antara agama sebagai ajaran dan agama sebagai praktik kehidupan, antara al-dīn dan tamaddun. Dari fondasi inilah lahir ekspansi multidisipliner yang memperluas penerapan kerangka epistemologis ke berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, kebencanaan, teknologi, dan pengembangan institusi. Dengan demikian, buku ini tidak hanya memotret evolusi sebuah pemikiran, tetapi juga menawarkan suatu horizon baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang integratif, relasional, dan berorientasi pada pembangunan peradaban.

KASUS POSO KONFLIK, KEBENARAN DAN HAK ASASI MANUSIA

KASUS POSO KONFLIK, KEBENARAN DAN HAK ASASI MANUSIA: Analisis Kritis Akar Masalah, Peredaran Senjata dan Tanggung Jawab Negara
Penulis: Sobirin Malian
ISBN: 978-634-7222-47-3
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Agustus 2026
Deskripsi: ix, 145 hlm.; 14×20.5 cm.
Harga: Rp 85.000,-

Sinopsis
Peristiwa yang melanda Poso antara akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an merupakan salah satu babak kelam dalam sejarah Indonesia pasca-Orde Baru. Selama lebih dari dua dekade, peristiwa ini seringkali disederhanakan narasinya sebagai semata “konflik antarumat beragama”. Penyederhanaan ini tidak hanya menutupi kompleksitas persoalan yang sebenarnya, tetapi juga mengaburkan tanggung jawab berbagai pihak, serta menepikan suara korban dan hak mereka atas kebenaran dan keadilan.
Buku ini hadir sebagai upaya untuk memandang kasus Poso dengan cara yang berbeda—melalui kacamata kritis dan berlandaskan prinsip hak asasi manusia. Penulisan ini didorong oleh keyakinan bahwa perdamaian yang sejati tidak dapat dibangun di atas kebohongan, pelupaan paksa, atau pengabaian hak asasi manusia. Sebaliknya, perdamaian yang langgeng harus didasari oleh pengungkapan fakta yang jujur, pertanggungjawaban yang adil, serta pemulihan yang menyeluruh bagi mereka yang menderita.
Dalam buku ini, pembaca akan diajak menelusuri bukan hanya urutan peristiwa, tetapi juga akar masalah yang mendasar: ketimpangan ekonomi dan penguasaan sumber daya alam, politisasi identitas untuk kepentingan kekuasaan, kegagalan negara menjalankan fungsi perlindungan, hingga peran aktor eksternal baik dari dalam maupun luar negeri. Aspek yang jarang terungkap secara terbuka, seperti peredaran dan bisnis senjata yang menjadi “bahan bakar” kekerasan, serta dugaan keterlibatan sebagian oknum aparat keamanan, juga dikupas berdasarkan data dan laporan yang terverifikasi.
Kami juga berusaha memberikan ruang bagi suara korban dan penyintas, yang selama ini seringkali terpinggirkan di tengah pertentangan narasi antarkelompok. Pengalaman mereka menjadi pengingat bahwa di balik angka statistik dan analisis politik, terdapat nyawa yang hilang, masa depan yang hancur, dan harapan yang seringkali tertunda.
Tujuan utama penulisan buku ini bukanlah untuk membuka luka lama secara sembarangan, melainkan untuk memastikan bahwa penderitaan yang terjadi tidak hilang ditelan waktu. Lebih dari itu, buku ini disusun dengan pesan tegas: kasus semacam ini tidak boleh terulang lagi di masa depan. Hal ini menuntut komitmen nyata dari pemerintah, serta kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia, untuk senantiasa menjunjung tinggi netralitas, profesionalisme, dan menjamin tegaknya hak asasi manusia dalam setiap tindakan dan kebijakan yang diambil.

INHUMAN, TRANSHUMAN, POSTHUMAN

INHUMAN, TRANSHUMAN, POSTHUMAN: Rekonfigurasi Manusia Otentik di Era Big Data, Algoritma, dan AI
Penulis: Robby Habiba Abror
ISBN: 978-634-7222-44-2
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Agustus 2026
Deskripsi: xxiv, 375 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 225.000,-

Sinopsis
Buku ini bermaksud memetakan genealogi ketiganya. Melalui kacamata filsafat digital dan sosiologi pengetahuan, kita tidak hanya melihat ketiganya sebagai fase kronologis, tetapi sebagai konfigurasi ontologis, politik, dan kultural yang saling bertumpukan guna merumuskan ulang agensi di luar batas-batas antroposentrisme tradisional.
Memahami triad inhuman, transhuman, dan posthuman selain sebagai dinamika esoterik di menara gading filsafat juga merupakan perangkat sosiologis yang mendesak untuk membaca arah peradaban kita. Di tengah krisis iklim global (antroposen) dan penetrasi AI yang kian masif, kita dipaksa untuk menyadari bahwa masa depan tidak lagi dipimpin oleh subjek humanis yang soliter, tetapi oleh konfigurasi-konfigurasi baru yang mengharuskan kita belajar hidup berdampingan dengan yang non-manusia.

MENYAMBUT ERA DOSEN PENELITI

MENYAMBUT ERA DOSEN PENELITI; Membangun Universitas Riset Berbasis Profesor melalui Research Center dan Wakaf
Penulis: Prof. Dr. Mohammad Muslih, MA.
Editor: Dr. Yuangga Kurnia Yahya, MA.
ISBN: 978-634-7222-43-5
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Juli 2026
Deskripsi: xvi, 205 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 105.000,-

Sinopsis
Menyambut Era Dosen Peneliti bukan sekadar sebuah judul, melainkan penanda perubahan besar yang sedang berlangsung dalam dunia pendidikan tinggi. Pada masa lalu, dosen lebih dikenal sebagai pengajar yang bertugas mentransmisikan ilmu kepada mahasiswa. Namun, perkembangan universitas modern menunjukkan bahwa dosen kini dituntut menjadi peneliti yang aktif menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat. Perubahan tersebut mendorong lahirnya paradigma baru bahwa keunggulan universitas tidak lagi ditentukan terutama oleh jumlah program studi atau mahasiswa, melainkan oleh kekuatan komunitas ilmiah yang dibangun melalui penelitian yang berkelanjutan. Buku ini mengupas secara kritis perubahan tersebut sekaligus menjelaskan mengapa perguruan tinggi Indonesia perlu menyiapkan diri memasuki era baru pendidikan tinggi yang berbasis riset.
Melalui kajian terhadap praktik universitas-universitas riset kelas dunia, buku ini menawarkan model Universitas Riset Berbasis Profesor melalui Research Center dan Wakaf. Model tersebut dibangun di atas tiga pilar utama: profesor sebagai pemimpin komunitas ilmiah, research center sebagai mesin produksi pengetahuan, dan wakaf sebagai fondasi keberlanjutan melalui research endowment. Dengan mengintegrasikan tradisi wakaf dan praktik terbaik universitas riset global, buku ini menawarkan arah transformasi yang realistis bagi perguruan tinggi Indonesia. Lebih dari sekadar membahas penelitian dan tata kelola universitas, buku ini mengajak pembaca membayangkan masa depan pendidikan tinggi yang mampu melahirkan ilmuwan, menghasilkan pengetahuan, dan membangun peradaban secara berkelanjutan.

MANUSIA, AKAL, DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE

MANUSIA, AKAL, DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE: Fondasi Teologis dan Etis bagi Peradaban Digital
Penulis: Mohammad Muslih, Nindhya Ayomi Delahara, Wasiilah Hidayah
Editor: Rahmat Ardi Nur Rifa Da’i
ISBN: 978-634-7222-42-8
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Juli 2026
Deskripsi: xvi, 234 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 150.000,-

Sinopsis
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari cara berpikir, bekerja, berkomunikasi, hingga memahami dirinya sendiri. Di tengah pesatnya revolusi digital, muncul pertanyaan mendasar: apakah kecerdasan buatan dapat disamakan dengan akal manusia? Apakah AI mampu menggantikan peran manusia sebagai subjek moral dan spiritual? Buku ini berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui kajian interdisipliner yang memadukan teologi Islam, filsafat, dan studi kontemporer tentang AI. Dengan mengkaji kembali konsep khalaqa, ‘aql, dan hakikat manusia, buku ini menawarkan perspektif kritis terhadap berbagai narasi tentang kecerdasan buatan.
Lebih jauh, buku ini menempatkan AI dalam horizon relasi Tuhan, manusia, dan teknologi berkerangka tauhid. Pembahasan mencakup persoalan ontologi, epistemologi, etika, hingga implikasi peradaban dari perkembangan AI kontemporer. Di tengah dominasi paradigma teknosentris, para penulis menawarkan fondasi teologis dan etis bagi pembangunan peradaban digital yang tetap menjunjung martabat manusia, tanggung jawab moral, dan tujuan penciptaan. Karya ini diharapkan menjadi rujukan penting bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, serta siapa pun yang ingin memahami masa depan Artificial Intelligence dari perspektif Islam yang integratif, kritis, dan visioner.