Menampilkan 4 Hasil

INHUMAN, TRANSHUMAN, POSTHUMAN

INHUMAN, TRANSHUMAN, POSTHUMAN: Rekonfigurasi Manusia Otentik di Era Big Data, Algoritma, dan AI
Penulis: Robby Habiba Abror
ISBN: 978-634-7222-44-2
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Agustus 2026
Deskripsi: xxiv, 375 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 225.000,-

Sinopsis
Buku ini bermaksud memetakan genealogi ketiganya. Melalui kacamata filsafat digital dan sosiologi pengetahuan, kita tidak hanya melihat ketiganya sebagai fase kronologis, tetapi sebagai konfigurasi ontologis, politik, dan kultural yang saling bertumpukan guna merumuskan ulang agensi di luar batas-batas antroposentrisme tradisional.
Memahami triad inhuman, transhuman, dan posthuman selain sebagai dinamika esoterik di menara gading filsafat juga merupakan perangkat sosiologis yang mendesak untuk membaca arah peradaban kita. Di tengah krisis iklim global (antroposen) dan penetrasi AI yang kian masif, kita dipaksa untuk menyadari bahwa masa depan tidak lagi dipimpin oleh subjek humanis yang soliter, tetapi oleh konfigurasi-konfigurasi baru yang mengharuskan kita belajar hidup berdampingan dengan yang non-manusia.

EFEKTIVITAS MEDIASI ELEKTRONIK DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERTANAHAN

EFEKTIVITAS MEDIASI ELEKTRONIK DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERTANAHAN
Penulis: Binar Arco Gumilar
ISBN: 978-634-7222-45-9
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Juli 2026
Deskripsi: xiv, 192 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 135.000,-

Sinopsis
Transformasi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam sistem hukum dan pelayanan publik. Perkembangan tersebut mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam mekanisme penyelesaian sengketa pertanahan. Di tengah dinamika tersebut, diperlukan pendekatan yang mampu mengakomodasi perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan.
Berangkat dari kegelisahan akademik tersebut, penulis menyusun buku ini sebagai upaya untuk mengkaji penerapan mediasi elektronik dalam penyelesaian sengketa pertanahan di Indonesia. Pembahasan dalam buku ini mencakup landasan konseptual, perkembangan regulasi, dinamika implementasi, berbagai tantangan yang dihadapi, serta peluang pengembangannya sebagai bagian dari reformasi sistem pertanahan nasional. Harapannya, buku ini dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung penyelesaian sengketa yang lebih efektif, adaptif, dan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan.

MENYAMBUT ERA DOSEN PENELITI

MENYAMBUT ERA DOSEN PENELITI; Membangun Universitas Riset Berbasis Profesor melalui Research Center dan Wakaf
Penulis: Prof. Dr. Mohammad Muslih, MA.
Editor: Dr. Yuangga Kurnia Yahya, MA.
ISBN: 978-634-7222-43-5
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Juli 2026
Deskripsi: xvi, 205 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 105.000,-

Sinopsis
Menyambut Era Dosen Peneliti bukan sekadar sebuah judul, melainkan penanda perubahan besar yang sedang berlangsung dalam dunia pendidikan tinggi. Pada masa lalu, dosen lebih dikenal sebagai pengajar yang bertugas mentransmisikan ilmu kepada mahasiswa. Namun, perkembangan universitas modern menunjukkan bahwa dosen kini dituntut menjadi peneliti yang aktif menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat. Perubahan tersebut mendorong lahirnya paradigma baru bahwa keunggulan universitas tidak lagi ditentukan terutama oleh jumlah program studi atau mahasiswa, melainkan oleh kekuatan komunitas ilmiah yang dibangun melalui penelitian yang berkelanjutan. Buku ini mengupas secara kritis perubahan tersebut sekaligus menjelaskan mengapa perguruan tinggi Indonesia perlu menyiapkan diri memasuki era baru pendidikan tinggi yang berbasis riset.
Melalui kajian terhadap praktik universitas-universitas riset kelas dunia, buku ini menawarkan model Universitas Riset Berbasis Profesor melalui Research Center dan Wakaf. Model tersebut dibangun di atas tiga pilar utama: profesor sebagai pemimpin komunitas ilmiah, research center sebagai mesin produksi pengetahuan, dan wakaf sebagai fondasi keberlanjutan melalui research endowment. Dengan mengintegrasikan tradisi wakaf dan praktik terbaik universitas riset global, buku ini menawarkan arah transformasi yang realistis bagi perguruan tinggi Indonesia. Lebih dari sekadar membahas penelitian dan tata kelola universitas, buku ini mengajak pembaca membayangkan masa depan pendidikan tinggi yang mampu melahirkan ilmuwan, menghasilkan pengetahuan, dan membangun peradaban secara berkelanjutan.

MANUSIA, AKAL, DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE

MANUSIA, AKAL, DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE: Fondasi Teologis dan Etis bagi Peradaban Digital
Penulis: Mohammad Muslih, Nindhya Ayomi Delahara, Wasiilah Hidayah
Editor: Rahmat Ardi Nur Rifa Da’i
ISBN: 978-634-7222-42-8
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Juli 2026
Deskripsi: xvi, 234 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 150.000,-

Sinopsis
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari cara berpikir, bekerja, berkomunikasi, hingga memahami dirinya sendiri. Di tengah pesatnya revolusi digital, muncul pertanyaan mendasar: apakah kecerdasan buatan dapat disamakan dengan akal manusia? Apakah AI mampu menggantikan peran manusia sebagai subjek moral dan spiritual? Buku ini berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui kajian interdisipliner yang memadukan teologi Islam, filsafat, dan studi kontemporer tentang AI. Dengan mengkaji kembali konsep khalaqa, ‘aql, dan hakikat manusia, buku ini menawarkan perspektif kritis terhadap berbagai narasi tentang kecerdasan buatan.
Lebih jauh, buku ini menempatkan AI dalam horizon relasi Tuhan, manusia, dan teknologi berkerangka tauhid. Pembahasan mencakup persoalan ontologi, epistemologi, etika, hingga implikasi peradaban dari perkembangan AI kontemporer. Di tengah dominasi paradigma teknosentris, para penulis menawarkan fondasi teologis dan etis bagi pembangunan peradaban digital yang tetap menjunjung martabat manusia, tanggung jawab moral, dan tujuan penciptaan. Karya ini diharapkan menjadi rujukan penting bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, serta siapa pun yang ingin memahami masa depan Artificial Intelligence dari perspektif Islam yang integratif, kritis, dan visioner.