Menampilkan 2 Hasil

SISTEM AIR CONDITIONER (AC) MOBIL

SISTEM AIR CONDITIONER (AC) MOBIL: Komponen, Pemeliharaan, Diagnostik, dan Troubleshooting
Penulis: Arief Syamsuddin , S.Pd., M.Pd., Dr. Bambang Sudarsono, S.Pd., M.Pd.
ISBN: 978-634
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Agustus 2026
Deskripsi: x, 102 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 95.000,-

Sinopsis
Perkembangan teknologi otomotif yang semakin pesat menuntut sumber daya manusia memiliki kompetensi yang tidak hanya menguasai konsep-konsep dasar, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan praktis sesuai dengan perkembangan teknologi industri otomotif. Sistem Air Conditioner (AC) mobil merupakan salah satu sistem pendukung kenyamanan berkendara yang terus mengalami perkembangan, baik dari sisi komponen, sistem kontrol, refrigeran yang digunakan, maupun teknik perawatan dan diagnosis kerusakan. Oleh karena itu, diperlukan bahan ajar yang mampu mengintegrasikan teori dengan praktik sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif.
Buku ini disusun dengan pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi yang menggabungkan aspek pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan sikap kerja (attitude). Materi yang disajikan meliputi konsep dasar sistem AC mobil, prinsip kerja sistem refrigerasi, komponen-komponen utama dan komponen kelistrikan sistem AC, sistem kontrol, prosedur pemeliharaan berkala, pemeriksaan jumlah refrigeran, prosedur pengosongan dan pemvakuman sistem, pengisian refrigeran, pemeriksaan kebocoran, analisis gangguan (troubleshooting), serta berbagai job sheet praktik yang dapat digunakan sebagai panduan kegiatan praktikum di bengkel maupun laboratorium. Selain itu, pada bagian akhir buku disediakan evaluasi berupa latihan soal dan uji kompetensi untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari.
Penyajian materi dalam buku ini dirancang secara sistematis, dimulai dari konsep-konsep dasar hingga prosedur praktik yang mengacu pada standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dengan demikian, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melakukan pemeriksaan, pemeliharaan, perbaikan, serta diagnosis kerusakan sistem AC mobil secara benar, aman, dan sesuai dengan prosedur kerja di dunia industri.

KASUS POSO KONFLIK, KEBENARAN DAN HAK ASASI MANUSIA

KASUS POSO KONFLIK, KEBENARAN DAN HAK ASASI MANUSIA: Analisis Kritis Akar Masalah, Peredaran Senjata dan Tanggung Jawab Negara
Penulis: Sobirin Malian
ISBN: 978-634
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Agustus 2026
Deskripsi: ix, 145 hlm.; 14×20.5 cm.
Harga: Rp 85.000,-

Sinopsis
Peristiwa yang melanda Poso antara akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an merupakan salah satu babak kelam dalam sejarah Indonesia pasca-Orde Baru. Selama lebih dari dua dekade, peristiwa ini seringkali disederhanakan narasinya sebagai semata “konflik antarumat beragama”. Penyederhanaan ini tidak hanya menutupi kompleksitas persoalan yang sebenarnya, tetapi juga mengaburkan tanggung jawab berbagai pihak, serta menepikan suara korban dan hak mereka atas kebenaran dan keadilan.
Buku ini hadir sebagai upaya untuk memandang kasus Poso dengan cara yang berbeda—melalui kacamata kritis dan berlandaskan prinsip hak asasi manusia. Penulisan ini didorong oleh keyakinan bahwa perdamaian yang sejati tidak dapat dibangun di atas kebohongan, pelupaan paksa, atau pengabaian hak asasi manusia. Sebaliknya, perdamaian yang langgeng harus didasari oleh pengungkapan fakta yang jujur, pertanggungjawaban yang adil, serta pemulihan yang menyeluruh bagi mereka yang menderita.
Dalam buku ini, pembaca akan diajak menelusuri bukan hanya urutan peristiwa, tetapi juga akar masalah yang mendasar: ketimpangan ekonomi dan penguasaan sumber daya alam, politisasi identitas untuk kepentingan kekuasaan, kegagalan negara menjalankan fungsi perlindungan, hingga peran aktor eksternal baik dari dalam maupun luar negeri. Aspek yang jarang terungkap secara terbuka, seperti peredaran dan bisnis senjata yang menjadi “bahan bakar” kekerasan, serta dugaan keterlibatan sebagian oknum aparat keamanan, juga dikupas berdasarkan data dan laporan yang terverifikasi.
Kami juga berusaha memberikan ruang bagi suara korban dan penyintas, yang selama ini seringkali terpinggirkan di tengah pertentangan narasi antarkelompok. Pengalaman mereka menjadi pengingat bahwa di balik angka statistik dan analisis politik, terdapat nyawa yang hilang, masa depan yang hancur, dan harapan yang seringkali tertunda.
Tujuan utama penulisan buku ini bukanlah untuk membuka luka lama secara sembarangan, melainkan untuk memastikan bahwa penderitaan yang terjadi tidak hilang ditelan waktu. Lebih dari itu, buku ini disusun dengan pesan tegas: kasus semacam ini tidak boleh terulang lagi di masa depan. Hal ini menuntut komitmen nyata dari pemerintah, serta kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia, untuk senantiasa menjunjung tinggi netralitas, profesionalisme, dan menjamin tegaknya hak asasi manusia dalam setiap tindakan dan kebijakan yang diambil.