Menampilkan 77 Hasil

Prof. Sujiat Zubaidi: Kesaksian Guru, Sahabat dan Murid

Prof. Sujiat Zubaidi: Kesaksian Guru, Sahabat dan Murid
Penulis: Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.A., Prof. Dr. Muhammad Muhammad Daud, Prof, Dr. Hassan Yusuf, Prof. Dr. Ismail Kocacaliskan, Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah, Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, Prof. Dr. Muhammad Chirzin, Prof. H. Masdar Hilmy, Ph.D, Prof. Dr. H. Hery Noer Ali, Prof. Dr. Bahruddin Fannani,  Prof. Dr. Adang Kuswaya, M.A., Prof. Dr. Sokhi Huda, Prof. Dr. Syarifuddin Basyar, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag, Assoc. Prof. Dr. K.H. Ikhwan Hadiyyin, MM, Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, Dr. K.H. Abdurrahim Yapono, Assoc. Prof. Dr. Selamat bin Amir, Dr. H. Hariyanto Abdul Jalal, M.Pd, Agus Salim Syukran, M.Pd, Dr. K.H. Tata Taufik, Prof. Dr. Ihsan Dacholfani, Drs. H. Rif’at Husnul Ma’afi, M.Ag, Assoc. Prof. Dr. Ikhwan Agustono, Dr. Daniar Siahaan, Dr. K.H. Ahmad Jamil, Dr. H. Andi Wahyudi, M.A, Rika Kurniaty, SH, M.A., Ph.D, Akbar Zainuddin, MM, Dr. Lutfi Basit, M.Kom, Dr. Rusdin, M.A, Dr. Qosim Nurseha Dzulhadi, Dr. Aqdi Rofiq Asnawi, Dr. Hj. Saiyah Umma Taqwa, M.A, Dr. Hj. Aisyah Simamora, M.A, Syahrina Husna Lubis, M.Ed, dr. Hj. Desi Maghfirah, Sp. PD, Dr. Nindya Ayumi Delahara, Hj. Ummu Salamah, M.A, Najwaa Mukminah, M.Phil, Muhamad Anwar Aditya, M.A, Tasya Putri Nurhayat, M.A, Aldi Pangestu, M.Ag
Editor: Muhamad Fawwaz Rizaka & Fazlullah Ihza Qaseem
ISBN: 978-
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: September 2026
Deskripsi: xvi, 251 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 125.000,-

Sinopsis
Buku testimoni ini hadir sebagai ikhtiar untuk merekam sebagian perjalanan Prof. Sujiat Zubaidi, seorang pendidik, akademisi, dan pengabdi yang kiprahnya telah menyentuh banyak generasi. Kesaksian para guru, sahabat, murid, dan mahasiswa menghadirkan pengalaman dan kenangan dari berbagai sudut pandang, namun berpadu dalam satu kesan: sosok pembelajar yang tekun, pendidik yang tulus, dan intelektual yang konsisten mengabdikan ilmu bagi kemajuan lembaga dan kemaslahatan umat.
Kesaksian para guru menghadirkan sosok Sujiat Zubaidi sebagai pembelajar yang ditempa oleh tradisi ilmu, disiplin, dan adab. Kesaksian para sahabat pula menghadirkan kisah tentang persahabatan yang tumbuh dalam perjalanan panjang, diperkokoh oleh pengabdian, perjuangan, dan kesetiaan terhadap nilai-nilai yang diyakini bersama. Sementara itu, kesaksian para murid memperlihatkan bagaimana ilmu dan kepribadiannya diterima, diteladani, serta diteruskan oleh generasi berikutnya. Karena itu, buku ini bukan sekadar kumpulan ucapan selamat, melainkan mozaik kenangan dan kesaksian yang berupaya menghadirkan Prof. Sujiat Zubaidi secara utuh: sebagai pembelajar, murabbi, intelektual, sahabat, dan pengabdi.

(RE)THINKING ISLAM IN INDONESIA

(RE)THINKING ISLAM IN INDONESIA: From an Integrative-Interconnective to Interconnectivity of Scientific Pluralism
Penulis: Prof. Dr. Waryani Fajar Riyanto, S.H.I., M.Ag.
ISBN: 978-634-7222-50-3
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: September 2026
Deskripsi: vii, 404 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 225.000,-

Sinopsis
The third key concept in the integration–interconnection of science is creative imagination. Although inductive and deductive reasoning have adequately explained certain aspects of how scientific inquiry operates, they generally overlook the role of the scientist’s own creative imagination in the advancement of knowledge. There is indeed a logic for testing theories, but there is no logic for creating theories. There is no definitive formula for producing original discoveries. Most scholars aspire, throughout their academic careers, to develop new theories. Doctoral students are likewise consistently encouraged by their supervisors to present novel findings as a contribution to knowledge. How, then, do new theories emerge? New theories often arise from the courage of scientists and researchers to combine ideas that have previously existed but remained isolated from one another.
Finally, to strengthen the pillar of creative imagination, I propose the concept of religious imagination on Sufism through two articles (Chapter 3) based on Sufi cosmology, the thought of Ibn ʿArabī, and Frithjof Schuon’s perennial philosophy. The first is Frithjof Schuon (1907–1998) on the Transcendent Unity of Five Divine Presences. Probably the most famous teaching of the School of Frithjof Schuon (1907–1998), the Perennial Philosopher and Spiritual Poet, after the Transcendent Unity of Religions (al-waḥdat al-mutāʿaliyyah li al-adyān) is that of the Five Divine Presences (al-ḥaḍrah al-ilāhiyyah al-khamsah). Although often discussed, seldom has it been analyzed with reference to the original texts. From Sufi cosmology and models theory (monadic, diadic, triadic, tetradic, and pentadic) perspectives, this study analyzed Schuon’s thoughts on the Five Divine Presences. Employing a qualitative document-based methodology, the study analyzed primary texts by Schuon. The study advances the concept of the Transcendent Unity of Five Divine Presences that consists of Beyond-Being, Being, Spirit, soul, and body. These five structures place Spirit (rūḥānī) as the bridge between God and man. Spirit (rūḥānī) is the Logos, which with its two faces, created and uncreated, the “bridge” between man and God. Created, observed from the God side and uncreated, observed from the human side. The implication is that Pentadic Integralism can describe and clarify clearly between domains of Uncreated Logos–Created Logos, Absolute–Relative, Ātmā–Māyā, Divine–Human, Heaven–Earth, Esoterism (Ḥaqīqah)–Exoterism (Syarīʿah), and Immortal–Mortal. The current study also attempts to integrate between Perennial and Sufism.

DARI FILSAFAT ILMU KE TEOLOGI SAINS, DARI EPISTEMOLOGI RELASIONAL KE EKSPANSI MULTIDISIPLINER

DARI FILSAFAT ILMU KE TEOLOGI SAINS, DARI EPISTEMOLOGI RELASIONAL KE EKSPANSI MULTIDISIPLINER: Nyantri, Khidmah, dan Jejak Resiliensi Intelektual Prof. Mohammad Muslih
Penulis: Yuangga Kurnia Yahya, Muhammad Nur, Nindhya Ayomi Delahara, Firda Inayah, Imroatul Istiqamah, M. Kharis Majid, Muhammad Alfan Rumasukun, Daud Sukoco, Febrian Arif Wicaksana, Rindang Diannita
Editor: Muhammad Nur
ISBN: 978-634-7222-48-0
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Agustus 2026
Deskripsi: xxvi, 566 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 275.000,-

Sinopsis
Buku ini merekam perkembangan sebuah proyek intelektual yang bergerak dari fondasi filsafat ilmu menuju teologi sains, lalu berkembang ke arah epistemologi relasional dan ekspansi multidisipliner. Berangkat dari kajian tentang asumsi dasar, paradigma, dan struktur ilmu pengetahuan, pembahasan kemudian berlanjut pada rekonstruksi hubungan antara wahyu, akal, dan realitas sebagai fondasi bagi lahirnya sains yang berorientasi pada tauhid. Dalam perjalanan tersebut, filsafat ilmu tidak lagi dipahami sebagai refleksi atas ilmu semata, tetapi sebagai jalan untuk membangun paradigma keilmuan yang mampu menjembatani agama, sains, dan kehidupan secara lebih utuh.
Puncak perkembangan gagasan tersebut adalah lahirnya epistemologi relasional, yaitu suatu cara pandang yang menemukan pola dan logika hubungan yang harmonis antara akidah dan filsafat, antara iman dan rasionalitas, antara agama sebagai ajaran dan agama sebagai praktik kehidupan, antara al-dīn dan tamaddun. Dari fondasi inilah lahir ekspansi multidisipliner yang memperluas penerapan kerangka epistemologis ke berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, kebencanaan, teknologi, dan pengembangan institusi. Dengan demikian, buku ini tidak hanya memotret evolusi sebuah pemikiran, tetapi juga menawarkan suatu horizon baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang integratif, relasional, dan berorientasi pada pembangunan peradaban.

KASUS POSO KONFLIK, KEBENARAN DAN HAK ASASI MANUSIA

KASUS POSO KONFLIK, KEBENARAN DAN HAK ASASI MANUSIA: Analisis Kritis Akar Masalah, Peredaran Senjata dan Tanggung Jawab Negara
Penulis: Sobirin Malian
ISBN: 978-634-7222-47-3
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Agustus 2026
Deskripsi: ix, 145 hlm.; 14×20.5 cm.
Harga: Rp 85.000,-

Sinopsis
Peristiwa yang melanda Poso antara akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an merupakan salah satu babak kelam dalam sejarah Indonesia pasca-Orde Baru. Selama lebih dari dua dekade, peristiwa ini seringkali disederhanakan narasinya sebagai semata “konflik antarumat beragama”. Penyederhanaan ini tidak hanya menutupi kompleksitas persoalan yang sebenarnya, tetapi juga mengaburkan tanggung jawab berbagai pihak, serta menepikan suara korban dan hak mereka atas kebenaran dan keadilan.
Buku ini hadir sebagai upaya untuk memandang kasus Poso dengan cara yang berbeda—melalui kacamata kritis dan berlandaskan prinsip hak asasi manusia. Penulisan ini didorong oleh keyakinan bahwa perdamaian yang sejati tidak dapat dibangun di atas kebohongan, pelupaan paksa, atau pengabaian hak asasi manusia. Sebaliknya, perdamaian yang langgeng harus didasari oleh pengungkapan fakta yang jujur, pertanggungjawaban yang adil, serta pemulihan yang menyeluruh bagi mereka yang menderita.
Dalam buku ini, pembaca akan diajak menelusuri bukan hanya urutan peristiwa, tetapi juga akar masalah yang mendasar: ketimpangan ekonomi dan penguasaan sumber daya alam, politisasi identitas untuk kepentingan kekuasaan, kegagalan negara menjalankan fungsi perlindungan, hingga peran aktor eksternal baik dari dalam maupun luar negeri. Aspek yang jarang terungkap secara terbuka, seperti peredaran dan bisnis senjata yang menjadi “bahan bakar” kekerasan, serta dugaan keterlibatan sebagian oknum aparat keamanan, juga dikupas berdasarkan data dan laporan yang terverifikasi.
Kami juga berusaha memberikan ruang bagi suara korban dan penyintas, yang selama ini seringkali terpinggirkan di tengah pertentangan narasi antarkelompok. Pengalaman mereka menjadi pengingat bahwa di balik angka statistik dan analisis politik, terdapat nyawa yang hilang, masa depan yang hancur, dan harapan yang seringkali tertunda.
Tujuan utama penulisan buku ini bukanlah untuk membuka luka lama secara sembarangan, melainkan untuk memastikan bahwa penderitaan yang terjadi tidak hilang ditelan waktu. Lebih dari itu, buku ini disusun dengan pesan tegas: kasus semacam ini tidak boleh terulang lagi di masa depan. Hal ini menuntut komitmen nyata dari pemerintah, serta kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia, untuk senantiasa menjunjung tinggi netralitas, profesionalisme, dan menjamin tegaknya hak asasi manusia dalam setiap tindakan dan kebijakan yang diambil.

PARADOKS KONSTITUSIONAL DAN DISONANSI DALAM DESENTRALISASI ASIMETRIS

PARADOKS KONSTITUSIONAL DAN DISONANSI DALAM DESENTRALISASI ASIMETRIS: Dialektika HAM dan Kearifan Lokal
Penulis : Dr. Triwahyuningsih, M.Hum.
ISBN: 978-634-7222-40-4
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Juni 2026
Deskripsi: xi, 264 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 150.000,-

Sinopsis
Penulisan buku ini berangkat dari ketertarikan akademik terhadap perkembangan praktik penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia yang terus mengalami perubahan seiring dengan tuntutan zaman. Perhatian terhadap isu tersebut tidak hanya didasarkan pada aspek normatif, tetapi juga pada realitas sosial dan budaya yang hidup dalam masyarakat. Ketertarikan ini kemudian berkembang menjadi upaya sistematis untuk mengkaji berbagai dimensi yang berkaitan dengan hubungan antara hukum, negara, dan masyarakat dalam konteks desentralisasi.
Buku ini disusun dengan harapan dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai dinamika hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia. Pembahasan yang disajikan diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi kalangan akademisi, tetapi bagi para pemerhati hukum pemerintahan daerah dan hukum tata negara, serta pihak-pihak lain yang memiliki perhatian terhadap perkembangan hukum dan ketatanegaraan. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi yang relevan dalam memperkaya diskursus ilmiah serta mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran baru yang konstruktif.

Ilmu Komunikasi dalam Perspektif Hukum

Ilmu Komunikasi Dalam Perspektif Hukum
Penulis: Dr. Sobirin Malian, S.H., M.Hum.
ISBN: 978-634-xxx
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Maret 2026
Deskripsi: x, 178 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 95.000,-

Sinopsis

Secara umum buku ini adalah refleksi beberapa penilitian dan ada juga hasil renungan yang menjadi kegelisahan atas kejadian, pengalaman yang kemudian ditulis jadi naskah. Tentu maksud penulisan itu agar ide, gagasan tidak berhenti pada diri sendiri tetapi dapat dibaca dan menjadi perenungan orang lain juga. Lebih baik lagi jika pembaca memiliki concern dan komitmen yang sama atas masalah itu sehingga dapat bersama-sama mencari solusinya.

HUKUM PEMERINTAHAN DAERAH: Penyerahan Urusan Pemerintahan di Bidang Pertanahan Kepada Pemerintah Daerah

HUKUM PEMERINTAHAN DAERAH: Penyerahan Urusan Pemerintahan di Bidang Pertanahan Kepada Pemerintah Daerah
Penulis: Prof. Dr. H. Suriansyah Murhaini, S.H., M.H., Dr. Agus Mulyawan, S.H., M.H.
ISBN: 978-634-7222-29-9
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Januari 2026
Deskripsi: xiii, 182 hlm.; 14,5×21 cm.
Harga: Rp 77.000,-

Sinopsis

Substansi: Menurut UU Pokok Agraria (UU No. 5 Tahun 1960) urusan pertanahan menjadi kewenangan Pusat, sedangkan menurut UU Pemerintahan Daerah (UU No. 23 Tahun 2014) beserta perubahannya urusan di bidang pertanahan dapat dilimpahkan kepada Daerah. Hanya saja pelaksanaan pembagian kewenangan bidang pertanahan antara Pemerintah Pusat dan Daerah tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Padahal UU No. 23 Tahun 2014 telah beberapa kali diubah, terakhir dengan UU No. 6 Tahun 2023 Tentang Cipta Kerja. Oleh karena itu perlu keseriusan, kerelaan dan ketegasan Pemerintah Pusat jika benar-benar berkehendak menyerahkan sebagian urusan di bidang pertanahan kepada Pemerintah Daerah.
Sasaran: Buku ini sangat bermanfaat bagi para akademisi dan praktisi pemerintahan daerah, karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai problematika pembagian wewenang antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mengurus bidang pertanahan. Bagi pengambil kebijakan buku ini dapat dijadikan rujukan dalam merumuskan pengaturan penyerahan urusan di bidang pertanahan kepada Pemerintah Daerah.

SENGKETA TINDAKAN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN

SENGKETA TINDAKAN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN
Penulis: Prof. Dr. H. Abdul Latif, S.H., M.Hum., Prof. Dr. H. Yodi Martono Wahyunadi, S.H., M.H., Martha Satria Putra, S.H., M.H., Anang Suseno Hadi, S.H., M.H., Muhammad Dzul Ikram, S.H., M.H.
ISBN: 978-634-7222-27-5
Penerbit: LaksBang Akademika
Cetakan I: Januari 2026
Deskripsi: x, 370 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 190.000

Sinopsis

Peradilan TUN merupakan peradilan yang sejak awal dimaksudkan untuk memberikan perlindungan hukum bagi rakyat atas setiap Tindakan penguasa yang didasarkan pada hubungan hukum publik. Dengan demikian, setiap Tindakan penguasa harus dapat dikontrol oleh masyarakat, antara lain melalui gugatan. Dalam kerangka pikiran demikian, konsep penggugat berdasarkan UUAP sangat lebar, yaitu semua orang maupun badan hukum perdata yang “terkait” dengan suatu Keputusan/Tindakan. Kata terkait tersebut menunjukkan orang atau badan hukum perdata dapat menggugat suatu Keputusan/Tindakan meski tidak ditujukan secara langsung kepadanya ataupun merugikannya secara nyata. Hanya berpotensi merugikan seseorang saja, suatu Keputusan/Tindakan dapat digugat di Peradilan TUN. Hal ini ditambah lagi dengan karakter putusan Peradilan TUN yang bersifat erga omnes, maka pada dasarnya gugatan biasa yang di ajukan di Peradilan TUN sudah mencukupi untuk memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat, mengingat Putusan Peradilan TUN tidak hanya mengikat para pihak semata, namun semua pihak terkait juga harus tunduk dengan Putusan Peradilan TUN.

HUKUM KEPAILITAN: Prinsip Inkracht Van Gewijsde Putusan Pengesahan Homologasi dalam Perdamaian pada Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

HUKUM KEPAILITAN: Prinsip Inkracht Van Gewijsde Putusan Pengesahan Homologasi dalam Perdamaian pada Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
Penulis: Dr. Ivida Dewi Amrih Suci, S.H., M.H., M.Kn., Prof. Dr. Herowati Poesoko, S.H., M.H., Felly Felmmy Dwi Renaningtyas Poesoko, S.Sos., S.H., M.H.
Editor: Olivia Sahasrakirana Sahasrakirana Angkawidjaja, S.H., M.Kn., Clif Ivan Leonide, S.H., Fay Alejandra Amadis, S.H.
ISBN: 978-623-6664-23-0
Penerbit: LaksBang Justitia
Cetakan I: Januari 2026
Deskripsi: xvi, 182 hlm.; 16×23 cm.
Harga: Rp 95.000

Sinopsis

Substansi: Buku ini membahas prinsip inkracht van gewijsde putusan pengesahan perdamaian (homologasi) dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), yang berisi uraian tentang makna perdamaian dalam PKPU, kekuatan hukum tetap pada pengesahan perdamaian (homologasi) pada PKPU dan pengaturan ke depan terhadap putusan perdamaian (homologasi) dalam PKPU. Untuk memperkuat kajiannya Penulis menggunakan beberapa putusan Pengadilan Niaga sebagai pisau analisisnya.melalui pendekatan kasus (case approach).
Sasaran: Buku ini layak dijadikan referensi oleh akademisi dan praktisi hukum dalam memahami kekuatan hukum tetap dari putusan perdamaian (homologasi) dalam PKPU. Bagi Advokat, Kurator dan Pengurus, buku ini dapat dijadikan pedoman dalam melakukan pengurusan dalam kepailitan. Bagi Hakim Pengadilan Niaga buku ini dapat dijadikan rujukan dalam memeriksa dan mengadili perkara kepailitan terkait dengan putusan perdamaian (homologasi) pada PKPU.

 

PERKEMBANGAN LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA DI INDONESIA

PERKEMBANGAN LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA DI INDONESIA
Penulis : Dr. Sobirin Malian, S.H., M.Hum.
ISBN : 978-634-7222-26-8
Penerbit : LaksBang Akademika
Cetakan I : Januari 2026
Deskripsi : vii, 242 hlm.; 16×23 cm.
Harga : Rp 125.000

Sinopsis
Keberadaan Lembaga-Lembaga Negara di Indonesia, penting untuk dikritisi kembali. Mengapa? Tak lain karena ada sejumlah lembaga negara yang keberadaan dan fungsinya masih jauh panggang dari api, bahkan masih ada tumpang tindih antara satu dengan lembaga lainnya. Bahkan ada lembaga negara yang nyata-nyata di samping tidak efektif juga memboroskan uang negara.
Oleh karena itu, buku ini diterbitkan semata-mata agar kita dapat melihat secara objektif masing-masing lembaga negara itu sembari menilai seberapa urgen eksistensinya ke depan.
Buku ini semula ditulis semata hanya untuk sekadar informasi tanpa disertai analisis yang kritis. Inspirasinya juga sekadar menjawab dan memenuhi permintaan sejumlah kawan yang merasa kesulitan untuk mengetahui ada berapa lembaga negara yang kita punya dan untuk apa saja lembaga-lembaga itu.